Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Kaizen for Life Kajian Kritis Das Kapital Karl Marx

FEMINIS mengenal slogan the personal is political. Tidak ada segala sesuatu yang kita lakukan yang bukan merupakan "negosiasi politik". Tetapi lebih dari itu semua, mungkin the personal is political pertama-tama karena the personal is cultural. Pertanyaannya: Apakah sesungguhnya kita mempunyai sesuatu yang sungguh-sungguh "personal" atau "individual" atau "natural"? Adakah sesuatu yang menjadi atribut diri kita yang bukan merupakan bentukan?

Tindak autobiografis bagi seorang feminis bukan semata-mata menyenangkan diri atau memuji-muji diri. Genre "awal" autobiografi memang merupakan tulisan yang "mempahlawankan" sang penulis/narator (karena narator adalah corong penulis dan keduanya sangat dekat dan saling merepresentasi). Buku ini sebagian besar ditulis secara autobiografis, dengan "saya" sebagai subjek dan objek tulisan. "Saya" sebagai seorang perempuan yang berusaha menamai proses hidupnya sebagai perempuan yang feminis, yang ibu, yang istri, yang dosen, yang mahasiswa, yang orang sunda/ banten/jawa, yang mempunyai beragam latar belakang personal dan kultural. "Saya" sebagai perempuan yang mengalami menstruasi, kehamilan, dan menyusui.

INILAH buku kedua Aquarini setelah Becoming White. Berisi dua puluh lima esai yang mendiskusikan persoalan-persoalan berkaitan dengan perempuan. Tema utama kumpulan esai ini adalah Wacana Feminis, Tubuh Fantastis Perempuan, Membaca Sastra, dan Budaya Pop. Pembaca yang tertarik pada wacana feminis akan dengan mudah memahami isu-isunya karena Aquarini selalu mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari. Aquarini pun selalu berusaha untuk meluruskan persepsi yang tidak tepat mengenai feminisme sambil memperteguh posisinya.

"Ada kejujuran, refleksi diri, kritik diri, "sublimasi kemarahan" dan semangat emansipasi mutual di dalam karya Aquarini—inilah di antara kekuatan buku yang ditulis dalam genre biografi ini. Narasi-narasi tentang perempuan selama ini diselubungi "kabut ideologi" yang mengibliskan pihak lain (laki-laki) dan mendewakan diri sendiri. Aquarini telah menguak kabut-kabut ideologi tersebut, untuk mendapatkan lukisan dunia lebih jernih—itulah wujud narasi baru pembebasan."
—Yasraf A. Piliang, staf pengajar FSRD ITB dan penulis kajian budaya


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 98.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa 7.000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Filsafat
Ketebalan : xlviii+464 hlm | HVS
Dimensi : 15 x 21 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2006
Stock: Out of Stock
Penerbit: Jalasutra
Penulis: Aquarini Priyatna Prabasmoro
Berat : 800 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa