Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Kajian Budaya Feminis Tubuh, Sastra, dan Budaya POP Kajian dan Dinamika Gender

Kajian Kritis Das Kapital Karl Marx

Namanya akan hidup terus melampaui abad-abad mendatang, begitu juga karyanya. -F. Engels

Menurut sejarahnya Marxisme memiliki dua dimensi: pertama, sebagai teori ilmiah, kedua, sebagai proyek politik revolusioner, namun dalam kenyataannya kedua dimensi ini amatlah sulit untuk dipisahkan. Dan teori nilai lebih, merupakan kunci terpenting usaha menginterpretasikan kapitalisme beserta sejarah panjang peradaban material, namun Karl Marx sendiri, dalam karyanya yang sangat terkenal 'Das Kapital' menawarkan analisis/uraian mengenai tabiat dari/atau "mekanisme" kapitalisme, yakni: akumulasi dan ekspansi kapital, pemiskinan kelas pekerja dan krisis kelebihan-produksi, uraian-uraian ini telah memberika landasan moral untuk melakukan perlawanan terhadap sistem kapitalis. Secara ilmiah, uraian-uraian inni menelanjangi sistem kapitalis dan dalam kaitan ideologi mendorong pemahaman atas kesengsaraan dan ekspitasi.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Filsafat
Ketebalan : 317 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Narasi
Penulis: Anthoni Brewer
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by