Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Kajian dan Dinamika Gender Kaki Petani Ode Bagi Pejalan

Kakawin Nagarakertagama

Mpu Prapanca
Description
Ketika Raja kembali dari Simping menuju ke kerajaan, sedihlah akan penderitaan dan sakit yang dialami Sang Mahapatih Gajah Mada itu,
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Umum

Masa Keemasan Majapahit  di Bawah Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada
 

Ketika Raja kembali dari Simping menuju ke kerajaan, sedihlah akan penderitaan dan sakit yang dialami Sang Mahapatih Gajah Mada itu, karena oleh kebijaksanaan dan kecemerlangan ilmu pengetahuannya diperoleh kekuasaan di Pulau Jawa pada waktu itu, juga di Bali dan di Sadheng sebagai bukti keberhasilannya menaklukkan musuh.

 

Pada tahun saka tri-angin-ibu (1253/1331 M) sebagai permulaan ia memangku pemerintahan menjadi penguasa dunia, meninggal dunia pada tahun saka rasa (1286/1364 M) tidak terkira hancurnya hati raja menyebarkan kekecewaan di seluruh bumi, sungguh-sungguh dengan budi luhurnya, tidak pilih kasih dalam mencintai seluruh rakyat di dunia, ia mengenang kembali hakikat tidak hidup kekal, sehingga berbuat baik setiap hari.

 

"Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.

- Ir. Sukarno

Dalam Buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat"


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : 9789791685535
Ketebalan : xiv+314 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14,5x21 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Narasi
Penulis: Mpu Prapanca
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by