Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Kamu Gak Sendiri Kamus Geologi Arti dan Penjelasannya

Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini

Eko Triono
Stock: Tersedia

Kategori : Novel dan Sastra

Saya membaca buku ini sebagai sekumpulan cerita tentang cerita. Semacam metafiksi. Atau lebih tepatnya cerita-cerita yang ditulis dengan teknik metafiksi dan eksperimen bentuk yang imajinatif Elemen-elemen metafiksi yang digunakan Eko antara lain cerita yang berkisah tentang cerita, keterlibatan tokoh cerita di dalam cerita secara sadar, pemberontakan karakter cerita, serta pelibatan aktif pembaca dengan pertanyaan-pertanyaan di dalam cerita untuk mereproduksi makna.

Eko seakan-akan bermain-main seenaknya. Berimprovisasi secara suka-suka. Tetapi sesungguhnya tidak. Saat membaca cerita-cerita di dalam buku ini, kita diajak berpikir dan terlibat secara aktif di dalam "permainan” Eko. Dalam beberapa cerita di sini kita bahkan boleh (dan bisa) memilih sendiri apermainan” teks yang kita suka. Dengan demikian, membaca buku ini kita tak hanya "mengikuti apa saja yang diminta tulisan ini dari pikiran kita", tapi juga diajak menjadi pengarang yang "mengobrak-abrik" narasi cerita. Maka, sebaiknya kita tidak mendekati teks Eko ini dengan pendekatan naratif, tetapi dengan membiarkan imajinasi kita berkelana liar mengikuti tur (petualangan) di dalam belantara teks (cerita) yang termaktub. __Anton Kurnia


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 9786026651679
Ketebalan : 220 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Basa Basi
Penulis: Eko Triono
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by