Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Budaya

Kartini Kisah Hidup Seorang Perempuan Inspiratif

Anom Whani Wicaksana
Description
Buku ini menceritakan sosok Kartini sejak kecil hingga akhir hayat. Melalui surat-suratnya kepada teman-teman Belandanya, terpapar sisi kehidupan Kartini yang penuh aturan,
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Tokoh dan Sejarah

Buku ini menceritakan sosok Kartini sejak kecil hingga akhir hayat. Melalui surat-suratnya kepada teman-teman Belandanya, terpapar sisi kehidupan Kartini yang penuh aturan, mulai dari tata kram keningratan, larangan sekolah lebih tinggi, pinggitan, perjodohan, hingga perjuangannya untuk mewujudkan sesuatu yang tampak tidak mungkin pada zamannya. Selain itu, buku ini juga menceritakan hubungan Kartini dengan orang-orang di sekitarnya, di antaranya orang tuanya, saudara-saudarinya, dan teman-teman Belandanya.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
ISBN : 9786025448935
Ketebalan : 258 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: C-Klik Media
Penulis: Anom Whani Wicaksana
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by