Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Kedai Teh Ah Mei Kehidupan Rasio atau Fase Fase Kemajuan Manusia

Kedaulatan Rakyat Otonomi dan Demokrasi

Stock: Out of Stock

Kategori : Politik

Dalam buku ini Hatta menjelaskan pentingnya demokrasi sebagai wujud dari penegakan kedaulatan rakyat. Melalui kajian sejarah, Hatta sampai pada kesimpulan pentingnya menjalankan demokrasi ini. Menurut Hatta berdasarkan pengalaman yang diperoleh di benua Barat, dan bersendi pula pada susunan masyarakat desa Indonesia yang asli, kita dapat mengemukakan kedaulatan rakyat yang lebih sempurna sebagai dasar pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedaulatan rakyat bagi Hatta meliputi kedaulatan politik dan kedaulatan ekonomi.

Kelebihan Hatta dalam merumuskan sesuatu, dia membahasnya secara detail sehingga dalam pemikirannya sudah tergambar persoalan-persoalan yang akan terjadi sehingga dapat diantisipasi sedemikian rupa. Sebagai contoh ketika berbicara tentang demokrasi, Beliau menyertainya dengan mengulas masalah otonomi. Bahkan sampai bagaimana pembagian kerja dan sumber-sumber pendapatan daerah yang bisa diperoleh.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Politik
Dimensi : 12x17 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by