Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Percakapan Dengan Kafka

Kisah-kisah awal yang ditulis Proust memperlihatkan bagaimana ia begitu jatuh cinta kepada laut dan terutama dusun-dusun kecil di Normandia, wilayah di Prancis Utara yang berbatasan dengan Selat Inggris itu. Laut sebagai latar cerita dan laut sebagai metafora dari hal-ihwal yang diketengahkan Proust di dalam kisah-kisah awalnya dilukiskan dengan deskripsi-deskripsi yang nyaris menyerupai puisi. Diksi-diksi lembut, liris, bahkan subtil, yang digunakan Proust manakala menggambarkan laut dan langit dan kapal-kapal layar dan ombak dan angin dan padang rumput, seluruhnya nyaris menyeret pembacanya ke dalam imaji-imaji artistik dan meninggalkan pembacanya dengan impresi-impresi yang tak lekang bahkan ketika kisah-kisah itu telah selesai dituturkan.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
Ketebalan : 74 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13 x 19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Trubadur
Penulis: Marcel Proust
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by