Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
KKO Hingga Marinir 1948-1975 Pasang Surut Pasukan Pendarat TNI-AL KPK In Action

Seks memang merupakan hal yang tabu di Indonesia. Seolah membicarakan atau berdiskusi tentang seks di depan umum adalah sebuah keburukan moral dan pelanggaran etika. Tapi anehnya, guyonan tentang seks masih diberi toleransi, diperbolehkan, atau bahkan malah populer di setiap kalangan. Hal ini membuat ranah seks di negeri kita hanya berkembang pesat sebatas varian guyonannya semata.

Dari orang di pasar hingga pegawai di kantor sangat akrab dengan guyonan seks. Memakai kata-kata metafor misal "Tadi malam nggak dikasih", "kuda-kudaan", "kuat berapa ronde" dan lain-lain. Saya kira hampir setiap hari guyonan seks itu terlontar dan terus berkembang. Ya jika memang hal itu untuk keakraban hubungan pertemanan, selama tidak ada yang tersinggung tidak bisa serta merta disalahkan. Namun yang perlu dipertanyakan, mengapa hal itu berbanding terbalik dengan pembicaraan serius tentang seks? Mengapa berdiskusi tentang seks secara ilmiah tidak semeriah guyonan-guyonan seks itu?

Dengan paradigma yang seperti itu kita sudah bisa menebak bagaimana perkembangan pengetahuan seks. masyarakat awam kita. Mereka mahir meramu guyonan guyonan seks dan percintaan namun nihil dan tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan ketika tiba-tiba ada seorang anak bertanya kepada mereka "Ma, seks itu apa sih?" Mereka juga kebingungan jika tiba-tiba anak mereka bertanya "Yah, kondom itu apa sih?" Mentok jurus kebohongan menjadi andalan. Atau jika tidak mau repot -repot tinggal bentak saja dan bilang jangan tanya macam-macam.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 98.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa 7.000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : Al Muiz L
Ketebalan : 92 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kota Tua
Penulis: Kukuh Basuki Rahmat
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa