Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Konferensi Asia-Afrika 1955 ; Asal Usul Intelektual dan Warisannya Bagi Gerakan Global Antiimperialisme Konflik dan Perdamaian Etnis di Indonesia

Hidup tidak pernah sama lagi sejak peristiwa konflik di Poso terjadi. Kenyataan ini dialami seluruh masyarakat Poso saat ini. Peristiwa di bulan Desember 1998 menjadi awal dari perubahan tatanan kehidupan masyarakat Poso secara drastis. Para perempuan, laki-laki dewasa, orangtua, remaja, anak-anak, lanjut usia, segala usia dari segala lapisan dan latar belakang, tanpa terkecuali, terseret, dipaksa masuk dalam tepian dan pusaran konflik kekerasan berdarah yang berkepanjangan. Sebagian dipaksa terlibat untuk sekadar bertahan atau untuk menyerang demi mempertahankan diri.

Banyak tulisan tentang Poso. Namun, narasi tulisan-tulisan itu hampir selalu “milik laki-laki“ . Sedikit sekali ruang artikulasi bagi perempuan dan anak-anak. Sistem telah menyingkirkan mereka dari ruang bicara.

Padahal, membicarakan kekerasan atas perempuan dan anak-anak adalah upaya mengangkat narasi kesenyapan mereka. Buku ini mengalirkan semangat betapa ingatan-ingatan perempuan dan anak-anak mampu menggambarkan konstruksi identitas sebuah komunitas sosial pascakonflik Poso. Dalam hal inilah mereka menjadi ruang bagi rekonsiliasi ingatan.

“Poso sudah menjadi identik dengan konflik. Dan, media massa acapkali menikmati gambaran pertempuran atau aksi-aksi kekerasan pihak-pihak yang bertikai sehingga mengabaikan kisah-kisah mereka yang terjepit sekian kepentingan dan menjadi korban terbesar, yaitu perempuan dan anak-anak. Lian Gagali dengan ulasannya yang lugas dan menyentuh buka saja memberi kesempatan bersuara bagi mereka yan selama ini terbungkam, tetapi juga membuka ruang bagi kita untuk membangun pemahaman dan empati terhadap kepiluan dan harapan sesama warga bangsa ini.” –Agung Ayu Ratih, peneliti di Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI)


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
Ketebalan : 208 hlm | HVS
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Galang Press
Penulis: Sendius Wonda
Berat : 100 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by