Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
KUDETA - Teori dan Praktik Penggulingan Kekuasaan KUHP dan KUHAP

Naiknya Habibie menjadi Wakil Presiden pada Maret 1998, tidak bisa lepas dari andil Prabowo. Pada 1988, ia bersama Kivlan Zen telah terlibat dalam gerakan menolak Jenderal L.B. Moerdani untuk maju sebagai Wakil Presiden, dan mendukung kelompok Habibie. Tapi, tidak lama setelah menggantikan kursi Soeharto, Habibie merasa cemas akan adanya kudeta yang dilakukan oleh Prabowo. Mengapa Habibie meragukan komitmen Prabowo? Dan benarkah Prabowo merencanakan kudeta?

“Sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus sudah diganti dan kepada penggantinya diperintahkan agar semua pasukan di bawah komando Pangkostrad harus segera kembali ke basis masing-masing.” –Bacharuddin Jusuf Habibie

“Ini suatu penghinaan bagi keluarga ayah saya Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo dan keluarga mertua saya, Presiden Soeharto. Anda telah memecat saya sebagai Pangkostrad.” –Prabowo Subianto

“Singkirkan saja Prabowo dari Militer!”  –Soeharto


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Politik
Ketebalan : 148 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13 x 20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Galang Press
Penulis: Arwan Tuti Artha
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa