Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Percakapan Dengan Kafka

La Empresa Guerra Bisnis Perang dan Kapitalisme Global

Boris Kanzleiter,Dario Azzelini
Stock: Tersedia
Terjual: 9

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Politik

Diilhami teori 'markets of violence' antropolog Jerman, Georg Elwert, marilah kita bedah bisnis militer di Indonesia. Dalam artikel ini, dalam istilah 'bisnis militer' sudah tersirat juga bisnis polisi dan berbagai kelompok paramiliter yang didukung oleh aparat negara. Gambaran yang lebih komplit adalah demikian, bisnis militer ini paling tidak punya tiga kaki. Kaki pertama adalah apa yang dinamakan oleh Indria Samego dkk. dari LIPI sebagai 'bisnis institusional ABRI' yang berbentuk perusahaanperusahaan di bawah payung yayasan-yayasan dan koperasikoperasi yang didirikan oleh instansti-instansi militer dan polisi. Kaki kedua adalah apa yang mereka namakan sebagai 'bisnis non-institusional ABRI', yakni bisnis milik purnawirawan ABRI dan keluarga mereka, yang sudah berkembang menjadi konglomerat-konglomerat yang kuat. 

Hubungan antara bisnis institusional dengan non-institusional, sudah cukup jelas. Kerabat dan kroni Soeharto, sudah lama punya 'kebiasaan' merekrut para bekas komandan TNI dan Polri ke dalam perusahaan-perusahaan mereka, dalam posisi sebagai komisaris. Sebaliknya, banyak perwira dan mantan perwira yang dikaryakan ke badan-badan usaha milik negara (BUMN), ternyata sangat lihai menguras perusahaan-perusahaan itu untuk keuntungan mereka pribadi. Selesai memimpin BUMN-BUMN itu, mereka memperoleh modal dan jaringan relasi yang cukup luas untuk membangun konglomerat keluarga mereka. Contoh yang paling menyolok adalah almarhum Ibnu Sutowo, yang usai diberhentikan dari Pertamina oleh Soeharto setelah skandal tanker senilai sepuluh milyar dolar AS, membantu anak-anaknya mengembangkan kelompok Nugra Santana. Contoh lain pensiunan jenderal Bustanil Arifin dan A.R. Ramly, setelah masingmasing cukup lama memupuk modal selama memimpin Bulog dan PT Timah, dapat membangun kelompok Danitama.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Politik
ISBN : Onny Wiranda
Ketebalan : 309 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Tersedia
Penerbit: Insist Press
Penulis: Boris Kanzleiter,Dario Azzelini
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa