Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Laki Laki yang Tak Berhenti Menangis

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 120
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Buku ini merupakan kumpulan tulisan Rusdi Mathari yang isinya merupakan bagian dari refleksi diri sebagai seorang manusia. Ditulis dengan gaya penceritaan seperti dongeng  sebelum tidur dan sesekali petuah-petuah khas KhotbahJumat.

Naskah ini berisi mengenai refleksi dan pemahaman mengenai Islam yang rahmatalilalamin, santun, tidakgrusa-grusu, dan lembut. Hal yang patut digarisbawahi terutama karena Islam sekarang sering kali disampaikan dengan nada-nada kelewat keras, sehingga terkesan menakutkan.

Beberapa tulisan di buku ini juga merupakan refleksi Cak Rusdi sendiri sebagai manusia. Dalam salah satu tulisan berjudul "Perayaan", Cak Rusdi seolah sudah menduga bahwa beliau sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini.

Ada beberapa pesan yang ditujukan kepada semua orang yang mengenalnya. Pesan-pesan yang barangkali tidak disadari Cak Rusdi bahwa tulisan tersebut adalah salah satu dari tulisan perpisahan untuk para pembacanya.

“Urusan akidah adalah urusan masing-masing individu tapi urusan berhubungan baik dengan sesama manusia adalah urusan bersama.”

Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Cak Rusdi hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan hati melainkan mengajak manusia untuk berserah diri kepada-Nya.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Agama dan Filsafat
Ketebalan : 115 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13 x 19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Buku Mojok
Penulis: Rusdi Mathari
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by