Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Lapar Sebuah Novel Laporan Akhir - Pangadilan Rakyat Internasional 1965

“No free lunch!” kata si bule. Tapi pejabat kita punya bahasa lain: “Mereka hanya tak paham apa itu makanan bergizi.” Itulah suara-suara yang muncul ketika banyak anak menderita busung lapar dan kelaparan mengancam di mana-mana. Lalu, siapa yang benar? Pepatah si bule atau pernyataan pejabat kita? Ini negeri subur, bahkan Koes Plus bilang tongkat kayu pun jadi tanaman. Kalau demikian, bisa jadi yang dikatakan pejabat kita benar: mereka tidak kurang makan, hanya kurang gizi. Begitukah? Penulis buku ini punya pendapat lain.

Ia menunjukkan kepada kita mengapa untuk makan butuh duit, dan mengapa orang miskin tidak mampu membayarnya. Didukung data berlimpah, analisis tajam, bahasa yang lantang, serta komik yang kocak, buku ini secara tegas menjelaskan kenapa kita mesti mengarahkan telunjuk pada negara atas urusan perut ini. Hingga Anda akan paham mengapa para pejabat kita gemar bersilat lidah.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 110.000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Gerakan Sosial
Ketebalan : 228 hlm | HVS
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Resist Book
Penulis: Khudori
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa