Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Madzhab Pendidikan Islam Maggie Si Gadis Jalanan

"Go to hell with your aid!" Sukarno lantang menolak bantuan dari Amerika Serikat. Sejarah mencatat, pada era kepemimpinan Sukarno, Amerika Serikat dan negara-negara asing lainnya kesulitan untuk menanamkan pengaruhnya. Bapak Proklamator itu ingin putra-putri bangsa sendiri yang mengelola sumber daya alam Indonesia.

Keberadaan asing dalam bisnis migas di Nusantara sudah ada sejak Belanda mendirikan perusahaan-perusahaan minyak Royal Dutch. Sejak itu, sejumlah perusahaan minyak Eropa dan Amerika Serikat berdatangan ke Nusantara untuk berinvestasi, salah satunya adalah Standard Oil. Dan, sejak itu pula terjadilah pertarungan bisnis di antara mereka.

Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI, Pemerintah membentuk perusahaan minyak yang dikelola oleh militer. Sukarno memercayakan perputaran roda bisnis migas itu kepada Ibnu Sutowo. Kendati demikian, Sukarno tetap membuka keran investasi dengan aturan super-ketat. Dampaknya, para investor asing merasa terusik. Oleh sebab itu, skenario pun dibuat, mereka bersekongkol menggulingkan Sukarno demi menguasai migas Indonesia. Buku ini mencoba menelisik skenario asing itu sekaligus upaya penggerogotan peran Pertamina agar Indonesia tidak memiliki kedaulatan atas buminya.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Under 40.000
ISBN : Sigit Suryanto
Ketebalan : 204 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14 x 20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2013
Stock: Tersedia
Penerbit: Galang Press
Penulis: Ismantoro Dwi Yuwono, dkk
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa