II Potongan 30% all item untuk pembelian minimal 300.000. Kupon: RADICAL

Masih Kosong

Mahakarya Tak Dikenal Mahasiswa Bergerak - Semut Api

RadicalMay Bookfair:

Pembelian: Gratis Kalender HAM 2021 setiap Transaksi
Pembelian: Diskon 30% Minimal: 200.000. Kode Kupon: RADICAL
Pembelian: Diskon 25% Tanpa Minimal. Kode Kupon: bacadulu
Pengiriman: Subsidi Ongkir Rp22.000,00 untuk Minimal Pembelian Rp122.000,00. Kode Kupon: bebasbaca

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.

Description

Perlawanan Mahasiswa Sejak NKK/BKK sampai Kejatuhan Rezim Orde Baru

 

Pada akhir dekade 1970-an, rezim Orde Baru gencar melakukan pembangunan ekonomi untuk mengatasi krisis yang diwariskan oleh rezim Orde Lama. Berbagai protes mahasiswa pun muncul karena pemerintah Orde Baru dianggap tak memiliki alternatif tain, selain mengharapkan bantuan luar negeri untuk membangun perekonomian Indonesia. Namun, protes itu tak digubris oleh pemerintah. Protes itu justru dijawab dengan rangkaian tindakan kekerasan terhadap mahasiswa. Sadar bahwa mahasiswa telah menjadi ancaman bagi eksistensi kekuasaan dan struktur pembangunan yang sedang dibentuk oleh rezim Orde Baru, maka penguasa merasa perlu untuk membungkam protes mahasiswa dengan dalih berusaha menjaga stabilitas nasional.

 

Langkah awal yang dilakukan oleh rezim Orde Baru pada masa transisi 1970 ke 1980-an adalah mereka berusaha memutus hubungan saling berpengaruh antara dunia mahasiswa dengan politik. Setelah melakukan shock terapy dengan memenjarakan tokoh-tokoh mahasiswa dan memerintahkan militer untuk menduduki kampus pada tahun 1978, rezim Orde Baru melalui Daoed Joesoef, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan NKK/BKK untuk mematikan gerakan mahasiswa secara sistemik.

 

Semenjak diberlakukannya NKK/BKK, mahasiswa hanya berurusan dengan masalah internal kemahasiswaan dan fokus pada studi mereka. Hampir tak ada diskusi politik atau seminar-seminar yang membahas permasalahan yang sedang dihadapi bangsa. Pada masa ini, ruang kelas menjadi tempat yang tabu untuk mendiskusikan pemikiran-pemikiran kritis dan mengadakan debat terbuka antara dosen dengan mahasiswa, atau mahasiswa dengan mahasiswa. Suasana kelas saat itu terlalu akademis,84 karena mahasiswa hanya diarahkan untuk cepat lulus dan dapat pekerjaan, bukan untuk menjadi individu-individu kritis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.

Detail


Kategori : Tokoh - Sejarah
Dimensi : 15x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Out of Stock
Penerbit: Best Line Press
Penulis: Andika Ramadhan Febriansah
Berat : 300 gram
Product Tags:

II Potongan 30% all item untuk pembelian minimal 300.000. Kupon: RADICAL

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Reviews

0 /5

5 Star
0
4 Star
0
3 Star
0
2 Star
0
1 Star
0

Submit Your Review

Required fields are marked*

Terakhir dilihat