Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Maraknya Gerakan Politik Berbasis Agama Marhaenis Muhammadiyah

Marhaen dan Wong Cilik

Description
Marhaen dan Wong Cilik
Stock: Out of Stock

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 


Kategori : Sosial dan Politik

Tidak seperti sejarah nasionalisme bangsa-bangsa Eropa yang lebih didasarkan pada kesamaan bahasa atau suku, nasionalisme Indonesia lahir di atas fakta keanekaragaman suku, bahasa, budaya, dan keyakinan, yang dipersatukan oleh suatu rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah. Dengan demikian, maka proyek keadilan sosial dan pembebasan dari kemiskinan adalah bagian integral dari nasionalisme Indonesia. Tapi bagaimanakah partai-partai nasionalis memaknai upaya pembebasan rakyat kecil ini sepanjang sejarahnya?

PNI memakai istilah marhaen sebagai upaya identifikasi mereka pada rakyat kecil. Istilah marhaen sendiri dipopulerkan oleh Soekarno sebagai reaksi atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda menggencarkan liberalisasi ekonomi melalui pembukaan sektor perkebunan dan pertambangan bagi kapitalisme asing. Sementara istilah wong cilik mulai dipopulerkan PDI pada akhir 1980an sebagai reaksi atas kebijakan ekonomi Orde Baru yang melahirkan konglomerasi di Indonesia, dan masih terus digunakan oleh PDI Perjuangan pasca Orde Baru.

Buku ini melacak bagaimana partai-partai nasionalis menjadikan permasalahan rakyat kecil sebagai dasar perjuangan merekadi titik manakah mereka berhasil dan di manakah yang tidak; apa saja kendala internal dan eksternal dalam percaturan politik riil tiap-tiap era yang dibahas? Sebuah bacaan penting untuk memahami perpolitikan Indonesia zaman ini.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Sosial dan Politik
Dimensi : 14 x 20,3 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Marjin Kiri
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by