Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Sejarah Pemikiran Politik Klasik: Dari prasejarah Hingga Abad ke-4 M Sejarah Estetika: Era Klasik Sampai Kontemporer

Kiat Sukses Hancur Lebur

Martin Suryajaya
Stock: Out of Stock

Kategori : Novel Indonesia

Percayakah kamu kalau kubilang saat ini pukul empat sore di matahari?

Pada 2019, seorang kritikus bernama Andi Lukito menerima naskah Kiat Sukses Hancur Lebur. Naskah semacam novel itu karya Anto Labil S.Fil, salah seorang anggota tujuh pendekar kere, sebuah persekutuan sastra radikal dekade 90-an yang aktif di Kota Semarang.

Naskah yang ditulis dengan gaya bahasa seorang pemabuk yang hampir pingsan itu membuat Andi merasa tidak pernah cukup meneguk zat asam saat menyuntingnya. Dengan simpati yang meluap-luap kepada pembacanya, Anto Labil membabarkan sekian perkara: apa itu business, kegunaan manajemen bisnis, dasar-dasar akuntansi garda depan, pemrogram komputer sepuluh jari, kisi-kisi ujian masuk CPNS, etika hidup (dan bunuh diri yang baik) di apartemen, dan masih banyak lagi. Di satu bagian, Anto bercerita bagaimana penampakan lelehewan air sahabat terbaik para perenungdi Sendangmulyo mengilhami lahirnya lagu legendaris Perdamaian dari grup kasidah Nasida Ria Safari.

Kiat Sukses Hancur Lebur adalah novel debut Martin Suryajaya yang bakal membuatmu merasa seluruh hidupmu sebelum memegang buku ini baik-baik belaka.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel Indonesia
ISBN : Yusi Avianto Pareanom
Ketebalan : 216 hlm
Dimensi : 14.5 x 20.5 cm
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: baNANA
Penulis: Martin Suryajaya
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by