Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Teks-teks kunci filsafat Marx

Mencari Marxisme

Martin Suryajaya
Description
Esai-esai di buku ini adalah kumpulan terpilih tulisan Martin Suryajaya di situs Indoprogress.com selama 2010-2014. Esai-esai ini telah dipilah secara tematis agar keterhubungan logisnya lebih mudah dicermati.
Stock: Out of Stock

Kategori : Agama dan Filsafat

Esai-esai di buku ini adalah kumpulan terpilih tulisan Martin Suryajaya di situs Indoprogress.com selama 2010-2014. Esai-esai ini telah dipilah secara tematis agar keterhubungan logisnya lebih mudah dicermati.

Bila ada benang merahnya, maka disepanjang kumpulan tulisan ini akan kita saksikan sikap "berpegang teguh pada metode," Martin tidak berpegang pada otoritas Marx dan teks-teksnya. Sebaliknya, yang ia lakukan adalah analisis logis atau Marxisme, yang dalam banyak tulisannya dilakukan melalui sederet klarifikasi atas banyak konsep Marxis.

Apa pentingnya mengklarifikasi berbagai konsepsi Marxisme dalam konteks saat ini? Pertama, untuk menjerninhkan berbagai kekeliruan tentang tesis-tesis Marxisme. Kedua, untuk menunjukkan bagaimana materialisme historis dan dialektis sebagai ontologi dan epistimologi Marxisme dapat digunakan sebagai pisau analisis untuk menyibak selubung ideologis berbagai hal. Ketiga, untuk menginisiasi sebuah perang kelas dalam ranah ilmu pengetahuan, terutama ilmu yang menjadibasis legitimasi corak produksi kapitalis yang dominan saat ini.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Agama dan Filsafat
ISBN : 9789791260558
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Marjin Kiri
Penulis: Martin Suryajaya
Berat : 500 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by