Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Demokrasi dan Budaya Birokrasi Debu Duka Dsb Sebuah Pertimbangan Anti Theodise

Suatu karya antropologi yang jempolan, buku Pemberton ini mengusik pembedaan yang jamak antara budaya dan sejarah yang telah menjadi patokan bagi banyak antropologi kesejarahan sebagaimana bagi asumsi-asumsi yang biasa kita pakai tentang posisi budaya dalam analisis sosial. Budaya, bagi Pemberton, menjadi cefek' sejarah ketimbang menjadi penjelasan terhadap sejarah, dan, dalam hal ini Indonesia masa Orde Baru, tempat produksi bentuk-bentuk baru dominasi negara dan teror. 'Sejarah masa kini' ini adalah suatu investigasi terhadap silsilah antropologi sekaligus terhadap sejarah berganda praktik-praktik kultural kontemporer di Indonesia". —Nicholas B. Dirks, The University of Michigan 

Kajian ini pada dasarnya adalah telaah ulang terhadap kondisi-kondisi kesejarahan yang menjadi ajang kemunculan wacana kebudayaan. Dengan membaca secara saksama sejumlah manuskrip Jawa Tengah masa akhir abad kesembilanbelas dan berikutnya, Pemberton menelaah kondisi-kondisi pembentukan pengetahuan di Indonesia sejak awal kekuasaan kolonial Belanda. Sembari menjungkirbalikkan asumsi-asumsi yang jamak tentang interaksi kolonial, dia menyingkapkan suatu 'kemunculan bertahap dalam naskah-naskah tersebut suatu sosok diskursif yang tersurat dalam kontras terhadap kehadiran invasi Belanda yang kian mencengkeram; suatu pembentukan sosokyang berbedayang kemudian disebut "Jawa".

Melalui catatan-catatan etnografis yang sangat kaya tentang beragam peristiwa mulai dari Pemilu hingga perhelatan perkawinan, Pemberton menjelaskan sekaligus mengusik garis-garis utama pencitraan kultural Orde Baru. Kenampakan yang penuh dengan "tatanan" dalam konstruk budaya yang dibangun Orde Baru adalah efek dari upaya-upaya politis yang senantiasa disebut sebagai berlandaskan nilai-nilai budaya. Sedangkan sejumlah praktik perdesaan yang diamatinya, seperti bersih desa serta penghormatan dhanyang dan kuburan, menyiratkan adanya perlawanan terhadap pemformatan, domestikasi, reproduksi dan pengendalian budaya oleh rezim Orde Baru.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Hartono Hadikusumo 468 hlm l Bookpaper
Penerjemah : Hartono Hadikusumo
Ketebalan : 468 hlm l Bookpaper
Dimensi : 16x24 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Mata Bangsa
Penulis: John Pemberton
Berat : 700 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa