Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Mata di Tanah Melus Matahari Sebutir Pasir

Hari itu, sebagaimana biasanya, Jalaluddin Rumi tengah mengajar para muridnya dalam sebuah perkuliahan. Tiba-tiba seseorang yang sebelumnya belum dikenal secara lebih dekat oleh Rumi masuk ruang perkuliahan tersebut. Orang asing itu pun menunjuk sebuah tumpukan buku sembari bertanya dengan nada bentakan, ”Apa ini?” Rumi menjawab dengan nada jengkel, “Kau tidak akan mengerti."

Mendapat jawaban yang demikian dari Rumi, orang itu lantas membawa buku-buku tersebut untuk dibakar. Maka, tersulutlah api yang membakar buku-buku tersebut. Melihat hal aneh semacam itu, Rumi ganti bertanya, "Apa ini?” Orang asing itu menjawab, "Kau tidak akan mengerti.”

Saat itu, Rumi terhentak dalam kebingungan. Dia merasa bodoh, hingga pada akhirnya menjadi murid dari orang asing yang membakar buku-buku itu. Orang asing tersebut adalah Syamsuddin AI-Tabrizi, atau dikenal sebagai Syams Tabrizi. Dialah guru yang membimbing Jalaluddin Rumi untuk meninggalkan segalanya. Sejak pertemuannya dengan Syams Tabrizi, Rumi berubah secara drastis. Hingga pada akhirnya, Rumi menjadi sufi agung yang populer dengan syair-syair indahnya.

Suatu ketika, Syams Tabrizi meninggalkan Rumi tanpa memberitahukan ke mana tujuan dari kepergiannya itu. Rumi bagai anak ayam yang kehilangan induknya. Maka, Iahirlah sebuah kitab yang bertajuk “Diwan Syams Tabrizi” yang berisi ghazal-ghazal kerinduan Rumi kepada sang guru, Syams Tabrizi.

Selamat Membaca dan Berbahagialah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 98.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa 7.000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : Wawan Arif
Ketebalan : viii+308 hlm | Book Paper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: 10
Penerbit: Forum
Penulis: Jalaluddin Rumi
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa