Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Memahami Film Edisi 2

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 16
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Sebuah film bagi kebanyakan orang hanya dianggap sebagai tontonan yang menghibur. Namun, film ternyata memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa visual dan audio yang khas, yakni bahasa sinematik. Film tidak hanya berbicara masalah jenis, genre, dan tema film, namun juga bagaimana cerita dikemas dengan segala aspek sinematiknya, yakni mise-en-scene, sinematografi, editing, serta suara. Bahasa sinematik yang demikian variatif menjadi pilihan bagi sineas untuk berkarya. Untuk bisa memahami film secara utuh, tentunya harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang bahasa sinematik.

Buku Memahami Film Edisi Kedua ini merupakan pengembangan sekaligus pembaruan dari isi buku Memahami Film Edisi Pertama. Tebal buku edisi kedua ini hampir 2x buku edisi pertama. Buku edisi kedua ini menggunakan contoh-contoh kasus baru, lebih dari 500 judul film untuk memudahkan pemahaman pembaca terhadap bahasa sinematik. Empat bab baru hadir dalam buku ini, yakni tentang opening dan ending credits, tribute/homage, film franchise, hingga sejarah film dunia. Semua ini akan melengkapi pengetahuan dan pemahaman pembaca terhadap film. Semua bahasan disajikan ringan dengan contoh film-film populer masa kini.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Sosial dan Politik
Ketebalan : 366 hlm| HVS
Dimensi : 15.5 x 23.5 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2017
Stock: Tersedia
Penerbit: Montase Press
Penulis: Himawan Pratista
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by