Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Memahami Freud ala Pemula

Oleh: Ahmad Yazid         Diposkan: 27 Jun 2019 Dibaca: 1810 kali


Jika anda menemukan orang yang berpenampilan terlalu berantakan atau terlalu rapi, mungkin sewaktu kecil dia pernah menjalani pelatihan-toilet (latihan menggunakan toilet sendiri) yang ketat dari orangtuanya. Begitupula dengan orang yang dermawan dan pelit, mungkin orang tersebut sewaktu kecil terlalu disanjung oleh orangtuanya hanya karena berhasil buang air besar sendiri (hlm. 195-196). Sekilas, hubungan itu terlihat tidak masuk akal, tapi dalam psikoanalisis hal itu sangat berhubungan. Salah satu tugas utama psikoanalisis adalah berusaha untuk memahami perilaku yang terjadi saat ini dengan cara mengaitkannya dengan pengalaman masa lalu.

Salah satu tokoh yang paling terkenal dalam dunia psikoanalisis adalah Sigmund Freud. Saking besarnya sosok dan pemikiran tokoh ini, banyak buku yang muncul untuk mengulas kembali pemikiran yang pernah ia sampaikan. Salah satunya adalah yang ditulis oleh Calvin S. Hall dengan judul Psikologi Freud: Sebuah Bacaan Awal. Nama Calvin S. Hall dalam dunia literatur psikologi begitu familier karena ia banyak menulis buku yang bertemakan tentang psikologi, mulai dari konsep dan teori hingga tokoh-tokoh penting yang ada di dalamnya.

baca juga: Kekalahan Bolaño sebagai Penyair

Kembali pada sosok Freud –di dalam dunia psikologi—selain sering disanjung karena berbagai gagasannya yang mendobrak kelaziman zaman, ia juga pernah diremehkan karena teorinya yang sulit diuji secara ilmiah. Dalam perjalanannya, gagasan Freud lebih banyak dipraktikkan dan dikembangkan di ranah psikologi abnormal, psikopatologi, dan sebagainya. Keadaan ini dikahwatirkan akan mereduksi peran Freud dalam dunia psikologi umum. Buku yang ditulis oleh Calvin S. Hall ini adalah sebuah ikhtiar untuk mencegah pengkerdilan suatu gagasan yang sejatinya begitu besar dari Freud. Ia mengatakan,

“tujuan saya dalam membuat ringkasan psikologi Sigmund Freud adalah demi menyelamatkannya dari ranah gangguan-gangguan mental dan untuk memulihkannya pada tempatnya yang sah dalam wilayah psikologi normal” (hlm. 8).

Dengan demikian, kita bisa melihat bagaiman Calvin memenuhi buku ini dengan berbagai gagasan pokok Freud dalam ranah psikologi umum, khususnya mengenai kepribadian manusia, mulai dari pembentukan; dinamika; perkembangan; hingga kestabilan kepribadian. Bahkan Calvin hanya memberikan sedikit ruang untuk bercerita mengenai sosok dan kehidupan Freud. Bisa dibilang, hampir 80 persen buku ini berisikan penjelasan mengenai teori yang telah dikonsepkan oleh Sigmund Freud.

***

Sigmund Freud lahir di Freiburg, Moravia, namun menghabiskan lebih banyak hidupnya di Wina. Bisa dibilang ia hidup pada masa kegemilangan ilmu pengetahuan, karena ada banyak tokoh besar yang sedang menghasilkan keilmuan penting, seperti Darwin, Gustav Fechner, Hermann von Helmholtz (fisikawan), dan masih banyak lainnya.

Hukum Fisika mengenai kekekalan dan perpindahan energi juga sedang mengilhami bidang fisiologi kala itu, sehingga  Wilhem von Brocke (fisiolog) berpandangan bahwa “organisme merupakan suatu sistem yang dinamis yang di dalamnya berlaku hukum-hukum kimia dan fisika” (hlm. 21). Freud terinspirasi dengan pandangan ini dan berusaha menerapkannya dalam ranah kepribadian manusia, sehingga muncullah teori psikologi dinamis, yaitu “psikologi yang menelaah transformasi-transformasi dan pertukaran-pertukaran energi yang terjadi di dalam kepribadian” (hlm. 22).

Terkait pembentukan kepribadian, Freud berpendapat bahwa kepribadian manusia terdiri dari tiga sistem besar yaitu id; ego; dan super-ego. Id “adalah sumber utama energi psikis dan tempat bermukimnya insting-insting” (hlm. 45). Ia berusaha “membebaskan orang dari ketegangan, atau ... mereduksi jumlah ketegangan” (hlm. 38). Ia tidak bekerja dengan ‘hukum-hukum rasio atau logika dan ia tidak memiliki nilai-nilai, etika atau moralitas” (hlm. 45).

baca juga: Desain Institusi Pemilu dan Warisan Orde Baru

Sementara itu, ego adalah sistem yang berusaha menjadi perantara antara id dengan dunia luar (realitas) (hlm. 52). Ia bertanggung jawab untuk menghadirkan kebutuhan yang nyata terkait apa yang dibutuhkan oleh id melalui serangkaian kerja logis. Sedangkan super-ego adalah “cabang moral ... dari kepribadian. Ia merepresentasikan yang ideal alih-alih yang real, ...” (hlm. 53). Ia lahir dari aturan yang memiliki konsekuensi ganjaran (hadiah) dan hukuman, baik itu yang bersifat fisik maupun psikologis.

Setelah kita mengetahui tiga sistem yang membentuk kepribadian, maka selanjutnya Calvin mengurai bagaimana dinamika yang terjadi antar ketiga sistem ini. Energi psikis dan insting menjadi sumber penggerak utama yang berasal id. Tentu saja id tidak selalu berhasil dalam usahanya, sehingga energi itu dipindahkan ke sistem ego dan super-ego. Kedua sistem ini akan bekerja untuk melepaskan ketegangan yang lahir dari insting, dan juga bisa menghindari pelepasan ketegangan yang lahir dari berbagai jenis kecemasan.

Perkembangan kepribadian juga tidak luput dari pembahasan yang pada intinya lahir dari dua jenis keadaan, yaitu pertumbuhan alamiah (maturasi) dan proses pembelajaran (hlm. 205). Proses pembelajaran di sini meliputi kemampuan dan pengalaman individu dalam menghadapi berbagai konflik, kecemasan, frustrasi dan berbagai rintangan lainnya. Dalam menghadapi hal tersebut, ia akan menggunakan berbagai metode seperti identifikasi; pemindahan; sublimasi; mekanisme defensif; dan berbagai metode lainnya. Selain itu, perkembangan manusia juga bisa dirumuskan melalui perkembangan insting seksual tahap pra genital (mulai dari zona oral; anal; dan falik) dan tahap genital (tahap final). Akhirnya, untuk mencapai kepribadian yang stabil, ketiga sistem (id, ego, dan super-ego) harus bekerja secara harmonis dalam menggunakan energi yang telah tersedia.

baca juga: Membongkar Ketidaktahuan Tentang Massa

***

Buku yang ditulis oleh Calvin S. Hall ini memang cocok bagi pemula seperti saya yang baru mulai mempelajari teori dan gagasan Sigmund Freud. Namun bila anda berharap untuk mendalami kisah hidup Freud, sepertinya buku ini tidak akan memuaskan anda. Tidak seperti Rachel Baker yang menulis lebih dalam mengenai lika-liku perjalanan hidup Freud, Calvin S. Hall lebih berfokus pada teori dan gagasan Freud.

Usaha Calvin S. Hall yang hanya mau mengambil sumber aslinya untuk menulis buku ini sangat melegakan saya selaku pembaca pemula. Tentu saja harapannya agar pembaca pemula seperti saya tidak banyak mendapatkan pengetahuan yang telah terdistorsi. Meskipun di beberapa bagian saya mengalami kebingungan –harapannya penerbit bisa menambahkan glosarium—tapi selebihnya buku ini cukup membantu saya untuk berkenalan dengan teori dan gagasan Freud dalam dunia psikologi.

  •  

Judul : Psikologi Freud: Sebuah Bacaan Awal

Penulis : Calvin S. Hall

Penerjemah : Cep Subhan KM

Penerbit : IRCiSoD

Tebal : 240 hlm

  •  



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: