Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Membangun Republik: Bercakap Tentang Sejarah Indonesia Membela Agama Tuhan

Membangun dunia baru

Pokok Pancasila terdiri dari lima hal, yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa, Nasionalisme, Internasionalisme, Demokrasi, dan Keadilan Sosial; yang kelimanya menurut Sukarno merupakan nilai-nilai universal yang bisa diterima oleh seluruh bangsa di dunia. Karena itu, dengan percaya diri Sukarno mengusulkan agar Pancasila dicantumkan dalam Piagam PBB. Bersamaan dengan itu Sukarno mengingatkan bahwa kejahatan paling besar di dunia ini adalah Imperialisme dan Kolonialisme, dan untuk itu ia menyerukan agar seluruh bangsa bersatu menolak keduanya.

Buku ini adalah suatu dokumentasi impian Sukarno tentang tata dunia baru dan penjelasan ilmiah tentang Pancasila. Sebuah dokumen yang sangat berharga bagi para pengkaji Pancasia dan generasi penerus Indonesia.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Tokoh
Dimensi : 12x17 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by