Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pangan - Dari Penindasan Sampai ke Ketahanan Pangan Sekolah Itu Candu Edisi Klasik Perdikan

Memperdagangkan Kedaulatan: Free Trade Agreement dan Nasib Bangsa

Martin Khor
Stock: 10

Promo bulan ini:

Gratis Ongkir: Min. Pembelian Rp121.000 Kode Kupon: bebasbaca
Pembelian: Diskon 15% Tanpa Minimal Kode Kupon: bacadulu

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.


Kategori : Sos-Pol

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sangat aktif melakukan kerjasama ekonomi. Tidak hanya dalam forum ekonomi multilateral se perti WTO, tetapi juga dalam berbagai kerjasama bilateral maupun regional free trade agreement (FTA). Sejak krisis 1997/98, semakin banyak kesepakatan ekonomi yang diikuti oleh Indonesia dalam kerangka FTA regional, seperti ASEAN-China, ASEAN-Eropa, ASEANAustralia-New Zealand, ASEAN-India, dll., maupun kerjasama dalam bingkai bilateral seperti Economic Partnership Agreement (EPA) dengan Jepang, Amerika, Rusia, dll.

Umumnya, alasan pemerintah untuk lebih agresif dalam berbagai FTA karena strategi FTA dianggap akan menjadi terobosan bagi perundingan di forum multilateral yang lamban. Memang, dalam forum multilateral, prinsip-prinsip dan perbedaan tingkat kema juan pembangunan antar negara anggota masih menjadi faktor penting, sehingga masih sangat dipertimbangkan dan diberi peluang untuk diperjuangkan dan dinegosiasikan oleh masing-masing anggota, sebelum penyusunan kesepakatan. Sedangkan dalam FTA, terutama dalam FTA bilateral, pertimbangan perbedaan-perbedaan tersebut seolah semakin tipis dan menjadi hambatan yang lebih cepat diselesaikan. Tidak heran bila banyak negara, termasuk Indonesia, yang i ngin mempercepat liberalisasi ekonomi, akan memilih memperbanyak kesepakatan FTA dibanding mendorong kerjasama multilateral.

Tetapi agresifitas dalam kerjasam ekonomi FTA atau EPA akan menjadi sangat berbahaya bila langkah-langkah liberalisasi ekonomi tersebut tidak didahului dengan penyusunan strategi pembangunan industri dan perdagangan yang jelas. Karena strategi inilah yang bisa menjadi pedoman bagi pengembangan industri nasional (Dr. Hendri Saparini)

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sos-Pol
K. Ayu Saraswati xxi+239 hlm | HVS
ISBN : Hira Jhamtani
Penerjemah : K. Ayu Saraswati
Ketebalan : xxi+239 hlm | HVS
Dimensi : 13x19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: 10
Penerbit: Insist Press
Penulis: Martin Khor
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa