Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Frantz Fanon - Kebudayaan dan Kekuasaan Imperium Perang Militer Swasta

Semua kaum revolusioner sejati harus sadar bahwa taka da lagi jalan selain perjuangan bersenjata. (Camilo Torres)

Mengikuti jalan mulia yang telah ditempuh gerilyawan besar seperti Simon Bolivar, Antonio Jose de Sucre, dan Ernesto Guevara, Nestor Paz memilih kehidupan gerilya yang berat di belantara Bolivia. Ia memandang kediktatoran militer yang ditopang oligarki dan ekonomi asing telah melahirkan suatu bentuk penjajahan baru atau neokolonialisme. Ketidakadilan dan penindasan yang diciptakan oleh kaum penindas itu menciptakan kekerasan structural. Bagi Nestor Paz, satu-satunya jalan yang tersisa untuk membebaaskan kaum tertindas adalah dengan mengangkat senjata.

Catatan harian ini bukan sekedar dokumen revolusioner yang berhubungan dengan perjuangan senjata. Catatan ini mengajukan tantangan-tantangan yang mempertanyakan tujuan hidup kita. Karena Nestor Paz berbicara lewat hidupnya, dan karena pesannya ditulis dengan darah, maka pesannya tidak mungkin dapat diabaikan.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Henry Heyneardhi dan D. Savio Wermasubun 132 hlm | HVS
Penerjemah : Henry Heyneardhi dan D. Savio Wermasubun
Ketebalan : 132 hlm | HVS
Dimensi : 11 X 17 cm | Softcocer
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Resist Book
Penulis: Nestor Paz
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa