Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Menengok Papua Lewat Buku

Oleh: Linda Fitria         Diposkan: 08 Jan 2019 Dibaca: 816 kali


Berbicara tentang kepemilikan tanah, istilah “tanah tak bertuan” sejak lama tidak berlaku di tanah Papua. Salah satunya adalah kawasan yang ditinggali orang-orang Marind. Mereka merupakan suku asli yang mendiami Merauke, salah satu kabupaten terluas dan paling timur di wilayah Indonesia. Kisah orang-orang Marind, yang acapkali menyebut diri mereka sebagai Anim-Ha atau ‘manusia sejati’, dituangkan dengan gaya tulisan etnografis dalam Korporasi dan Politik Perampasan Tanah oleh Laksmi A. Savitri.

Keterkaitan orang-orang Marind dengan tanah dan sumber daya alam menjadi pokok ‘cerita’ tulisan setebal 110 halaman ini. Tak hanya itu, buku dengan sampul didominasi warna hitam ini semakin menarik ketika penulis memasukkan kajian kasus MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) sebagai salah satu sumber pergulatan identitas orang Marind di delapan kampung yang dialiri oleh kali Kumbe, Bian dan Koloi.

Mempertemukan MIFEE dan kehidupan orang Marind di dalam satu tulisan, membuat saya dibawa ke ruang berisi dua sistem yang cukup kontras, antara ekonomi kapitalis dan ekonomi subsisten. Di dalam narasinya, MIFEE mewakili ekonomi kapital yang merupakan program nasional berbasis food and energy estate. Penulis mengibaratkan MIFEE sebagai salah satu “menu siap saji” andalan “restoran” bernama Indonesia kepada pelanggan yang tak lain merupakan para investor. Namun sayang, konsep food estate yang dicanangkan sejak 2010 dalam bentuk pemanfaatan sekitar dua ratus juta hektar tanah oleh 46 perusahaan ini, didaratkan di tempat yang kurang sesuai. Merauke menurut kacamata penulis, menjadi tidak sinkron untuk dijadikan perkebunan skala luas ketika sebagian besar warganya memiliki keterikatan yang amat dekat dengan tanah, yang tak lain adalah orang Marind.. Maka orang Marind, sebagai warga Merauke, menjadi perwakilan dari kaum subsisten yang saat ini dihadapkan pada hantaman gelombang investasi.

baca juga: Masih Manusia Biasa

Kepemilikan tanah menjadi sistem rinci dalam kehidupan sosial orang Marind, dan suku-suku bangsa di Papua pada umumnya. Di satu kesempatan perkuliahan, saya pernah terlibat di kelas etnografi wilayah Papua. Pada satu sesi, kami berdiskusi panjang mengenai skema pelepasan tanah adat di Papua yang tidak sederhana, termasuk guyonan tentang kayu termahal bernama kayu palang yang ditaruh di tengah-tengah jalan. Kayu-kayu palang ini, bisa ‘menyingkir’ – setelah sebelumnya menjadi simbol pelarangan masuk tanah adat – apabila pihak yang akan memasuki wilayah suatu komunal, menukar kayu palang dengan rupiah yang jumlahnya tidak sedikit. Orang-orang Marind dalam buku ini, memang tidak disebutkan memakai “kayu palang”, melainkan dengan sistem lain namun serupa, “uang ketuk pintu”.

Baik “kayu palang” maupun “uang ketuk pintu”, menjadi kesepakatan setelah melalui proses panjang. Investor maupun perwakilan pemerintah yang mampu menaruh “uang ketuk pintu,” harus terlebih dahulu melunakan hati orang Marind. Ya, mereka harus “dilunakkan” karena sejak awal diserbu “orang-orang luas”, orang Marind mempertanyakan jati diri mereka ketika tanah-tanah harus dilepas. Menurut catatan penulis, bagi orang Marind, tanah – yang diasosiasikan sebagai tempat asal – merupakan salah satu elemen identitas yang menjadi penanda hak atas tanah dan melekat pada nama orang. Nama tempat dimana leluhur orang Marind pertama kali mendirikan kampung, diselipkan dalam susunan nama orang Marind. Sistem penamaan ini membuat orang Marind yang terdiri dari beberapa marga, saling tahu tentang asal-usul moyang mereka lewat selipan “kata tempat” dalam susunan nama.

Tidak berhenti pada persoalan tempat asal. Orang Marind juga menjalin hubungan dengan totem-totem­ yang berasal dari kehidupan di atas tanah-tanah mereka. Hewan, benda, tanaman, serta peristiwa alam, menjadi totem yang terstruktur secara simbolik dan menjadi dasar dari identitas ke-Marind-an.

baca juga: Panduan Menulis Cerita Cinta

Ada perasaan sedih yang menyeruak ketika saya membaca pernyataan salah satu tetua Marind, “kami juga mau kami punya hidup maju. Tapi kalau hutan ditebang habis, baru kasuari, buaya, ke mana?” Kalimat tersebut, bukan hanya ungkapan sebagai bentuk “kehilangan” ruang ekologi sebagai sarana bagi jejak langkah orang Marind, tetapi juga hilangnya identitas orang Marind yang direbut secara bertahap oleh “orang-orang luar” yang justru menjadikan orang Marind sebagai liyan di tanah sendiri.

Diksi “orang-orang luar” yang saya gunakan di sini, berasal dari pembacaan sejarah hidup orang Marind yang dituturkan dalam buku ini. Pembagian babak sejarah Marind, didominasi oleh sejarah Merauke sebagai kawasan bagi orang-orang Marind. Masuknya orang-orang luar ke Merauke, dimulai pada 1915 seiring datangnya para misionaris dan pemerintah Belanda. Pengenalan terhadap institusi pendidikan formal menjadi yang digaris bawahi dalam periode ini. Kedua, periode Indonesia (NKRI) yang dimulai pada 1972 ketika orang-orang Marind mulai memiliki kepala kampung sebagai syarat administrasi pemerintahan NKRI. Periode trasmigrasi dan bantuan di masa orde baru menjadi babak ketiga sejarah hidup orang Marind. Di kisaran tahun 1983-1984 salah satu kampung bernama Zanegi, mengalami “penggusuran”. Orang Marind digusur tanpa kejelasan, dimana penggusuran ini merupakan bagian dari proyek pembuatan jalan dalam program trasnmigrasi. Periode ini juga dilengkapi dengan masuknya berbagai jenis bantuan seperti Bangdes, Inpres Desa Tertinggal, hingga ABRI Masuk Desa.

Periode bupati Gebze atau lebih dikenal sebagai periode reformasi, manjadi babak keempat perubahan hidup Marind. Diangkatnya John Gluba Gebze pada 2001 sebagai bupati Merauke, menjadikan kabupaten ini memiliki bupati orang Papua asli untuk pertama kalinya. Program-program bantuan yang masuk di hadapan orang Marind semakin berdatangan, seperti Program Perbaikan Kampung (PPK) hingga raskin. Selanjutnya, masuknya MIFEE menjadi periode terakhir – setidaknya dalam dekade ini – yang sekaligus menjadikan kehidupan orang Marind jauh mengalami perubahan.

baca juga: Oligarki Media yang (Tetap) Menggurita

Laiknya dua sisi mata uang, buku ini membawa saya melihat dua keputusan hidup orang Marind terhadap serbuan investasi. Pertama, kelompok orang Marind di beberapa marga yang bersepakat “menjual” tanah mereka dan dialokasikan menjadi lahan padi, tebu, maupun berbagai jenis kayu sebagai sumber energi terbarukan. Keputusan yang dilakukan kelompok ini, berdasar pada imajinasi kehidupan “lebih layak.” Sialnya, imajinasi kesejahteraan itu justru hanya mitos yang justru membawa orang Marind kedalam lingkaran penderitaan.

Bentuk penderitaan orang Marind, dapat digambarkan seperti ini: pasca bekerja di perkebunan swasta – dengan posisi yang tidak terlalu diperhitungkan karena justru posisi strategis diisi oleh orang luar – papa tidak lagi dapat membantu mama memangkur sagu di hutan—yang luasanya juga ikut berkurang. Akhirnya keluarga tersebut hanya bergantung pada upah papa yang tidak seberapa, karena mama tidak bisa memangkur sagu sendirian. Kondisi ini membuat mereka seringkali hanya makan satu kali dalam sehari, belum lagi kebutuhan makanan yang harus lebih banyak dibeli dibanding masa-masa “mengambil” di hutan dulu. Tak jarang juga ditemukan mama yang mengalami penyakit seksual menular pasca dibangunnya kamp-kamp yang menjajakan suplai kenikmatan seksual bagi para papa.

Kecerdikan “orang-orang luar” dalam menggunakan makna-makna budaya seperti mengibaratkan perusahaan sebagai laki-laki yang sedang meminang Sang Mama – yang tak lain adalah tanah – membuat mereka dengan mudahnya memperoleh tanah milik orang-orang Marind.  Satu kalimat dari penulis yang terngiang dalam pikiran saya, terkait dengan bagaimana kondisi orang Marind dan ruang ekologisnya kini: bahwa uang telah melepaskan ikatan-ikatan orang Marind dengan tanahnya, membawa kerusakan ekologi yang menjadi sumber materil, kelengkapan budaya dan identitas kemanusiaan Marind.

baca juga: Pesantren Tak Melayani Cebong dan Kampret

Hal yang juga perlu diketahui, tidak semua orang Marind bersikap demikian. Adapula kampung-kampung Marind seperti Makaling dan Selil, yang menolak kehadiran para investor. Alasan kelompok penolak ini, membuat rasa haru hadir saat saya membacanya. Bagi mereka, moyang belum pernah bilang; ‘besok kalau perusahaan datang, kau serahkan tanah supaya kau hidup mewah!’ sehingga, keputusan untuk menjalani hidup yang sederhana dan merasa cukup, menjadi pilihan mereka hingga hari ini.

Membaca Korporasi dan Politik Perampasan Tanah berarti mencoba membaca Papua, walau dalam cakupan yang sangat kecil –orang Marind di kabupaten Merauke. Tulisan padat informasi ini setidaknya memberi gambaran pada kita, bahwa praktik-praktik pelepasan tanah adat yang sebenarnya rumit, menjadi cukup mudah dilakukan perusahaan besar lewat penunggangan makna-makna budaya milik orang-orang Marind.

  •  

Judul: Korporasi dan Politik Perampasan Tanah

Penulis: Laksmi A. Savitri

Penerbit: Insist Press

Tebal: 110 Halaman.

  •  

Apabila Anda berminat untuk mengirim tulisan, sila baca syarat dan ketentuan mengirim tulisan.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:

TESTIMONI

  • paketnya sudah sy terima. rasanya spt dpt harta karun jarang2 bisa dpt buku kyk gini. penjualnya sangat membantu dan responnya cepat sekali. terimakasih banyak. moga2 nanti bisa balik lagi n belanja disini.

    Arisnawaty
  • Terima kasih untuk promo beli 2 gratis 1 nya dan terima kasih pula untuk packing yang rapi dan bonus yang diberikan

    Eko Budi Prassetyo
  • Saya suka motto mu Kawan, "Membaca adalah Melawan!"

    Andreas
  • Recomended untuk kawan-kawan

    Ilyas
  • Tidak kemana2 tapi dari mana2 :) Good Job Berdikari

    Mutiara
  • Paket sampai sesuai dgn perkiraan waktu dan packaging rapi

    Nabila
  • Cepat sampai.. Cepat respon bagus pelayananny

    Amanda
  • paket sudah di twrima,packing rapih

    Budhie
  • Kapan-kapan bisa main langsung ke Berdikari ini

    Erik
  • paket rapi dan buku mendarat dengan aman. sepertinya bakal balik lagi ke berdikari book recommended untuk kawan- kawan mau belanja buku

    akbar
  • Belajar

    Abeng
  • Packaging rapi banget! Pelayanan cepat dan estimasi tepat. Koleksi buku juga banyak. Maju terus, Berdikari! Mari membaca untuk melawan!

    Nada
  • Barang sudah sampai, pelayanannya bagus dan cepat.

    Dena Diana Putri
  • Paket received,, tres bien berdikari

    Christy
  • Terimakasih berdikaribook.red paketnya sudah sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik. Buku2 yg dijual sangat recommended!!!

    Fikar
  • Benar-benar dunia membaca yang menggerakkan mulut saya untuk tidak bungkam!

    Fird
  • Paketnya sampun diterima.. Terimakasih

    Budz
  • Terima kasih berdikari book buku sudah sampai tepat 1hari (pagi yg miring kekanan) #membacaadalahamelawan

    Trad (Tradizione)
  • Bukunya sudah sampai, terimakasih Berdikari Book. Semoga ketersediaan bukunya semakin beragam. Membaca adalah melawan!!

    Andika agung gondo kusumo
  • Mantep! Tiba sesuai estimasi, respon oke.

    Osep Bana
  • Terima kasih, Berdikari Book. Kami jauh dari ujung atas Sumatera.. tapi bukunya sampai dengan cepat, aman & sentosa.. Ada bonus pembatas buku & stiker pula.. Berdikari Book semoga tetap Merdeka..!

    Irfan Morris
  • Paket buku mendarat dengan selamat. Terimakasih BerdikariBook

    Sinatrian Lintang Raharjo
  • Mantab bung, nggak pernah mengecewakan.

    Ridho
  • Terimakasi berdikaribook, kayanya bakal balik lagi dah

    Niko Fajar
  • Buku udah nyampe, tpi sedikit penyet tapi sedap di baca

    Fany fatullah
  • Kalau sudah kirimkan uang , konfirmasinya bisa lewat wa ga?

    Burhanudin
  • Packingnya rapi banget. Bukunya ga ada lecet sedikitpu. Rekomended bgt buat yg nyari buku2 bersifat idealisme. Beli buku disini Dapat sticker keren pula.

    Ayu
  • Sudah 2x beli disini, sangat recomended! #MembacaAdalahMelawan

    Mr. A
  • Buku-bukunya keren-keren broh. Ketagihan kalo udah di web sini. Pasti.mau beli sesuatu...

    Docallisme
  • bukunya sudah mendarat dengan selamat, makasih admin.

    muslimah syawals
  • Buku sampai pada tujuan dengan baik.

    Fikri
  • Pengirimannya lama padahal sama-sama di Yogyakarta

    Anonim
  • Paket sudah sampai..terimah kasih

    Hengky.H
  • Syukak bukunya, Cepat di proses cepat juga datangnya

    Mulyy mustafa
  • Paket sudah diterima. Sesuai ekspetasi. Terimakasih atas bonusnya bydewey n_n

    Indra Kurniawan
  • Pelayanan sangat mantap

    Albert Aldo Hugo Kenneth Gultom
  • Thanks der, barangnye udah sampe, giting abis.

    Dimas
  • Pelayanan ramah, cepat, dan akurat. Packing rapih bngt, dan dpt free 1 buku tambahan, free sampul, free stiker. Bikin nagih beli lagi. Good job (y)

    Yusuf Wibowo
  • Pelayanan ramah, cepat, serta sistem website yang baik dalam memudahkan pembeli untuk mengecek barang yang dibelinya. Toko buku online Indonesia #1 yang pernah saya temui.

    Rafi Alifudin
  • Bukunya Sudah Sampai dengan Sangat cepat.... Terima Kasih Berdikari

    Fitra Sugiyono
  • Buku sudah saya terima, selalu suka sma packaging berdikari dan terimakasih stikernya

    Vischa
  • Mulai dari buku, pelayanan bahkan sampe pembungkus paketnya bikin nagih, wkwk. Gak sabar buat order lagi. Sukses terus berdikari book !

    Permata K.
  • Paket sampai sesuai jadwal dan packing rapi. Mantap. Suwun, dab!

    Komang Raditya Gunarsa
  • Keren buku2nya. Tidak akan mengecewakan

    Arief Setiawan
  • Barang sampe dengan selamat, makaseh berdikari jadi tongkrongan isinya ga push rank doang

    Maulana Yusuf
  • Bukunya sdh sampai.., packingnya juga bagus dan rapih, recomended untuk yang ingin menambah ilmunya dengan membaca

    andi
  • Mantab bener emang, paket yg dikirim bener2 rapi membuat semakin termotivasi untuk membaca. Panjang umur perjuangan bung!

    Rafli
  • Paket sudah sampai, Terimakasih berdikari book.

    Lannie
  • Buku dh sampe, cepet, rapi, bungkus unik. Trims

    Miqdad
  • Mantap gak harus nunggu lama buku cepet sampe , packing rapih

    Fiqih jati
  • Barang sudah sampai bung, Terima kasih berdikabook semoga bukunya bermanfaat. "Baca terus sampe mampus"

    Wirahadi Kusuma damar
  • Baca, Baca, Merdeka lah ! Paket Buku BBM-nya sudah sampai di bogor dengan selamat sentosa, packing nya rapih, prosesnya cepet, jadi ketagihan pengen order buku disini lagi. Mantap Bung!

    Topik
  • Paketnya sampai sesuai estimasi & di kemas secara apik. Keren. Membangkitkan kesadaran akan pentingnya membaca. Terima kasih Berdikari Book.

    Saiful
  • 2 hari nyampek tujuan dengan mulus bukunya

    Zulva
  • bukunya menarik", juga admin dan pelayanan di tempatnya sangat baik. recommended sekali.

    Rifky
  • Paket sudah saya terima,terimakasih

    Cahyani Aulia Hidayah
  • Paket bukunya sudah diterima dengan baik, Terima Kasih Berdikari Book, Makin sukses jaya dan makin lengkap opsi buku2nya.

    Nisa Basti
  • Bukunya sudah saya terima. Packing yang rapi, aman dan kalimat di sampulnya sangat menggugah untuk membaca, membaca dan terus membaca........ Terima kasih sudah dibantu untuk proses ulang pemesanan. Terima kasih....

    Danang Anggoro
  • Buku ini melebihi ekspektasi saya, bener bener bagus,saya merekomendasikan buat beli buku disini, karena pelayanan yang terbaik dan memuaskan. good job berdikari book!

    Sultan H
  • Buku yang dipesan datang tepat waktu, sukses selalu buat Berdikari Book!

    Mujahid
  • Mantap banget bung! Pelayanan yang memuaskan. Paling suka buku Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle.

    Widya Retno Palupi
  • Buku sudah sampai dengan selamat, dengan kondisi yang masih mulus, terima kasih

    Murdianto Dian
  • Pesanan saya sudah sampai. Terharu dan senang sekali rasanyaaaa :') pengirimannya cepat, packaging-nya menarik, waktu buka isinya.. Kaget. Banyak banget kertas-kertas kecilnya. Terima kasih, semoga sukses selalu dan semakin maju. ILYA♥

    Safira PN
  • Terima kasih banyak, bung. Paket bukunya sudah sampai dengan cepat & rapi. Sangat memuaskan. Seperti mendapat harta karun pengetahuan.. Thank you juga bonusnya ya, Kawan.. sekali lagi, terima kasih banyak..!

    Irfan Morris
  • Terima kasih banyak, bung. Paket bukunya sudah sampai dengan cepat & rapi. Sangat memuaskan. Seperti mendapat harta karun pengetahuan.. Thank you juga bonusnya ya, Kawan.. sekali lagi, terima kasih banyak..!

    Irfan Morris
  • Buku udah nyampai,packing rapi. Bacaan memarik tentang pangan dan paket mengenal Tiongkok.

    Ikhsanrosyid
  • Rindu berdikari

    Resty Yasqi
  • Puas banget, packingnya rapih mantap deh

    AGUSTIO
  • Tepat waktu. Baru sampai dan balutan merah yang rapi. Tapi, tolong ijinkan saya sedikit menambahkan sebuah kata di salah satu stiker berdikaribook.red.

    Uncle Tob
  • Terima kasih paket sudah sampai dengan bonus-bonusnya

    Yose R
  • Sudah datang

    Amami
  • Paket sudah diterima komandan, kondisi rapi&memuaskan

    Erlian afna r
  • paket sampai dengan selamat sentosa.

    banu
  • terima kasih . buku mendarat dengan aman dan sempurna. semoga propaganda nya tersampaikan.

    D.N Aska
  • Bukunya keren , Selalu cepat pengirimanya ,

    YODA
  • Bukunya sudah sampai, terimakash luarbiasa ,

    Arya sidoarjo
  • Buku paketnya sudah sampai. Sungguh packing rapi dan diberi bonus stiker dan pembatas buku penyemangat buat baca. Salut, kerjanya cepat sekali! Bakal beli lagi deh...

    Michael Andrew
  • Terimakasih banyak, buku anarki panduan grafis nya sudah sampai dengan baik dan tepat waktu.. Sukses selalu berdikaribook.red

    Barokah Campaign
  • Buku-bukunya luar biasa. Membaca adalah melawan

    Fadiel Muhammad
  • Respon cepat, pengiriman cpt, pengemasan buku rapi, suka sama slogan" berdikari book...

    Ardila D Setyarsi
  • Salah satu toko buku on-Line di Indonesia yang dapat dipercaya. Terkait dengan ke-aslian (originalitas) buku, maupun kesesuain janji dalam setiap promo-promo-nya.....semoga Rahmat dan ke-Berkah-an dari Tuhan Yang Maha Esa tercurahkan pada kita semua (sinkretis -monoteis)...amin...

    Moch. Edy Purwanto
  • Terimakasih Berdikaribook

    Muhamad Aldi Sofyan
  • Bacalah! Suka atau tidak sukanya kamu terhadap suatu bacaan, setidaknya bacaan itu akan menambah kosa kata yang kamu miliki dan menambah pengetahuan kamu.

    Allief
  • Mantap uda nyampe packingnya juga rapi,, recomended banget dah !

    Alex Gregorius Dony
  • Packing rapi, cepat, dan responnya baik. Rekomended :)

    Muly
  • Terima kasih Berdikari Book, paket novel Arah Langkah ber-ttd sudah mendarat di rumah saya dengan tepat waktu beserta packaging yang rapi dan lucu

    Atika
  • Terlambat sadar, bahwa ada aplikasi yang menjual buku-buku keren dan fenomenal~

    Ajengaprl
  • Salam Hangat By' Timur oioi

    Timur oioi
  • Terimakasih... Nanti lagi...

    Telah mendarat selamat
  • Panjang umur BerdikariBook!

    Miftah Regyana
  • 1 hari pesan , besok sampai. Mantab bung, terimakasih untuk packing yg rapih dan beberapa hadiah dalam paketannya.

    Erick Estrada
  • Barang udah sampai, mendarat dengan mulus.

    Harrys D.
  • Sesuai ekspektasi. Packing mulus terbaek lah. . .

    Yoga Jalu
  • Suka banget. Packing rapih, waktu juga sesuai dengan perkiraan. Stiker dan pembatas bukunya juga keren bikin semangat baca. Makasih min

    Qaulan Syadida Azzahra
  • terima kasih bukunya suda saya terima.. recomended book store..

    vico
  • Akhirnya bukunya sampai juga... pelayanan bagus.. packing bagus.. disampulin pula... rekomendasi banget buat balik belanja di sini lagi..

    Muhammad Risal
  • Pelayanan cepat, packaging rapi, promo kupon Ramadhannya mantap. Mudik ditemani buku, heu heu.

    Avif
  • Terima masih,paketnya mendarat dengan rapi dan lancar,sukses terus berdikari

    Fikri Dhia
  • Harga yang ditawarken sangat menarik, sekali kesini jadi ingin kembali lagi Dan semoga literatur klasik dari tokoh-tokoh Marxis seperti Marx, Engels, Lenin, Luxemburg, Mao, dll segera distock kembali

    Fajar F
  • Puas banget dengan pelayanan BerdikariBook. Cepat dan adminnya pun ramah. Buku yang datang juga dalam kondisi bagus dan dapat banyak banget bonus pembatas buku dan stiker !! In syaa Allah bakal beli lagi di BerdikariBook

    Zet