Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Menolak Sejarah Penguasa Menuju Masyarakat Komunikatif

Menolak Tumbang Narasi Perempuan Melawan Pemiskinan

Lies Marcoes-Natsir
Description
Tentu saja buku ini tak sekedar menceritakan tentang kompleksitas hidup perempuan miskin. Namun, lebih penting dari itu adalah membuka mata banyak orang bahwa persoalan kemiskinan bukanlah persoalan yang sederhana. Ada persoalan yang lebih besar dibandin
Stock: Tersedia

#TalkLessReadMore lihat promo di bawah:


Kategori : Sosial dan Politik

Tentu saja buku ini tak sekedar menceritakan tentang  kompleksitas hidup perempuan miskin. Namun, lebih penting dari itu adalah membuka mata banyak orang bahwa persoalan kemiskinan bukanlah persoalan yang sederhana. Ada persoalan yang lebih besar dibandingkan sekedar memandang bahwa kemiskinan adalah takdir. Namun, ia hadir karena kebudayaan yang ada meminggirkan secara sistematis peran perempuan. Diskriminasi peran gender, ketiadaan akses perempuan atas tanah dan sumber daya alam lainnya, pandangan masyarakat yang patriarkhis, hukum yang tidak adil gender dan tidak ramah pada kebutuhan perempuan miskin,  penegakan hukum yang lemah atas pelaku kekerasan terhadap perempuan, seringkali menyebabkan nasib mereka semakin terpuruk.

Oleh karenanya, melakukan perubahan melalui berbagai cara seperti membangun kepekaan gender dan menumbuhkan empati atas realitas sosial termasuk dengan mengajak ulama perempuan ke lokalisasi prostitusi dan memhami kompleksitas problemnya , mengajak pejabat untuk memberikan bantuan hukum bagi perempuan miskin, menumbuhkembangkan  paralegal untuk mendampingi perempuan korban kekerasan, memperbanyak perempuan sebagai aktor-aktor perdamaian, dan masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan agar perempuan miskin bisa ”berdaya”. Salah satunya dengan melakukan pembacaan data perempuan miskin yang telah dipilah sesuai dengan jenis kelamin (gender dissagregated data). Pembacaan yang tepat atas data maupun refleksi yang kuat atas realitas sosial, mudah-mudahan membantu banyak pihak untuk turut mencari solusi melawan pemiskinan.

Meskipun,  performance buku ini seperti diktat yang sangat tebal, namun sesungguhnya  terkesan ringan bagi pembaca bila ingin mengetahui overview tentang situasi perempuan di Indonesia. Banyaknya gambar yang tersaji dalam bentuk dokumen foto, setidaknya tidak akan melelahkan mata dan membuat kita memahami refleksi persoalan yang terjadi di lapangan. Namun, tak perlu diragukan lagi soal keseriusannya dalam penyajian data. Daftar Istilah, Daftar Index, dan referensi yang lengkap,  akan membantu kita bila ingin mendalami beragam topik yang disajikan. Akhir kata, buku ini memang patut dibaca tanpa kita merasa jemu saat membacanya.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
ISBN : Roem Topatimasang
Ketebalan : xx,282 hlm | Art Paper
Dimensi : 21x28 cm | Hard Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Insist Press
Penulis: Lies Marcoes-Natsir
Berat : 1300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by