Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Monumental Java Sejarah Candi dan Monumen di Jawa Mossad's Curse behind the Michael Jackson's Death

Moses and Monotheism

Detail

Kategori : Agama dan Filsafat
Alifa Hanifati Irlinda 186 hlm | Bookpaper
Penerjemah : Alifa Hanifati Irlinda
Ketebalan : 186 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Forum
Penulis: Sigmund Freud
Berat : 0.30 Kilo

Description Moses and Monotheism

Musa adalah nabi terbesar bagi bangsa Israel. Si dalam Perjanian Lama, nam Musa senantiasa menghiasi kitab suci tersebut dengan kisah agungnya, terkusus dalam penthateukh. Yang paling heroic dan banyak dikenang dari kisah Musa adalah pada peristiea eksodus yang di dalam Pentateukh tersebut terekam dalam Kitab keluaran (exodus). Dia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan tekanan Firaun di sana.

Kisah dalam Pentateukh tersebut banyak dijadikan referensi dan diikuti banyak penulis dalam historiografi Musa. Terlebih lagi bahwa kisah tersebut disandarkan pada isi sebuah kitab suci yang kebenarannya tidak bisa ditawar (oleh para pengimamnya). Namun demikian, Sigmud Freud yang juga berasal dari keturunan bangsa Israel justru mendobrak “kemapanan” kisah tersebut. Freud berani merekonstruksi kisah Musa, terlebih lagi identitas Musa sebagai seorang yang berkebangsaan Mesir.

Sebenarnya, Freud telah mendapatkan kritikan yang menohok dari karya lainnya. Totem & Taboo. Alih-alih tunduk pada kritikan, karya Freud ini, Moses & Monoyheism, justru semakin menegaskan kritikan dari berbagai kalangan—terutama pada rohaniawan—atas gagasannya terkait sejarah agama. Meski begitu, Moses & Monotheism tetaplah referensi kecil yang liar didalam memahami gagasan Freud perihal Musa dan keyakinan yang didakwahnya. Oleh karenanya, kita harus melepaskan kacamata keimanan kita dulu untuk memahami gagasan liar Freud ini.

Selamat Membaca dan Berbahagialah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Product Tags :
Forum Sigmund Freud

Terakhir dilihat

Rekomendasi Bacaan Serupa