Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
My Stupid Bos 2 My Stupid Bos 4

My Stupid Bos 3

Chaos@work & Yuyunardi
Description
Wah, mesti ganti kacamata nih... (ngelepas kacamatanya dan tengok-tengok
Stock: Tersedia

#TalkLessReadMore lihat promo di bawah:


Kategori : Novel dan Sastra

Boss: Kamu ngomong apa? Gue: Hah? Gak ngomong apa-apa..

 

Boss: Kok mulut kamu begerak-gerak?

 

Gue: Enggak ah.

 

Boss: Wah, mesti ganti kacamata nih... (ngelepas kacamatanya dan tengok-tengok)

 

Gue: (pake binocular aja...)

 

Boss: Tuh kan bibir kamu komat-kamit lagi.

 

Gue: Enggak kok!

 

Boss: Iya!

 

Gue: Ya udah terus kenapa rupanya dengan ruangan saya? Apa yang terjadi?

 

Boss: Iya ruangan kita berjauhan..

 

Adrian: Boss rindu sama Amoy Kerani bila berjauhan. Kasih lah rapat lagi....

 

Gue + Bossman: DIAM KAMUUUU!


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 978-602-8260-89-3
Ketebalan : 268 hlm
Dimensi : 14 x 20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: GradienMediatama
Penulis: Chaos@work & Yuyunardi
Berat : 250 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by