Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
My Stupid Bos 5 My Stupid Bos A Graphic Novel

My Stupid Bos 6

Chaos@work & Yuyunardi
Description
Situ hepi baca bukunya, dia sudah cukup gembira. Lebih gembira lagi kalo situ gak minjem tapi beli. Semakin gembira kalau situ ikut promosikan di sosial media.
Stock: Tersedia

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:


Kategori : Novel dan Sastra

Kisah My Stupid Boss (MSB) adalah kisah nyata hidup Kerani di Malaysia yang sudah terbit menjadi buku + komik dan sudah difilmkan dengan judul sama. Semua nama dan lokasi dipalsukan karena Bossman dan pekerjanya adalah nyata. Biarpun seri buku MSB sudah terbit yang ke-6 dan filmnya sudah produksi yang ke-2, sampai saat ini, Kerani masih bersembunyi di balik nama Chaos@work dan belum mau menunjukka dirinya.

 

Situ hepi baca bukunya, dia sudah cukup gembira. Lebih gembira lagi kalo situ gak minjem tapi beli. Semakin gembira kalau situ ikut promosikan di sosial media.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
L.P. Hok 244 hlm
ISBN : 978-602-208-176-0
Penerjemah : L.P. Hok
Ketebalan : 244 hlm
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: GradienMediatama
Penulis: Chaos@work & Yuyunardi
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by