Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
My Stupid Bos A Graphic Novel NEGARA MARXIS dan REVOLUSI PROLETARIAT

My Stupid Bos in Comic

Chaos@work & Yuyunardi
Description
Komik ini menjadi semakin greget dengan beberapa cerita baru yang belum pernah dibukukan sebelumnya. Pokoknya, siap-siap makin jatuh hati dengan Bossman!
Stock: Tersedia

#TalkLessReadMore lihat promo di bawah:


Kategori : Novel dan Sastra
My Stupid Boss (MSB) sudah terbit dalam bentuk buku, dan sukses merajai sinema. Jutaan orang tertawa membaca dan melihat aksi Bossman yang ngeselin sekaligus menggemaskan itu. Agar semakin banyak orang yang terhibur dengan aksi kocak Bossman VS Kerani, maka MSB pun diterbitkan versi komik.
 
Cerita pilihan dari seri MSB 1 sampai 5 akan terpapar dalam visualisasi komik yang apik dan hidup di buku ini. Karakter tokoh, emosi, kedongkolan Kerani, hingga tengilnya Bossman digambarkan dengan ciamik dalam setiap goresan gambar si komikus.
 
Komik ini menjadi semakin greget dengan beberapa cerita baru yang belum pernah dibukukan sebelumnya. Pokoknya, siap-siap makin jatuh hati dengan Bossman!

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 978-602-208-152-4
Ketebalan : xii + 140 hlm
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: GradienMediatama
Penulis: Chaos@work & Yuyunardi
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by