Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Nasionalisme Pertambangan di Indonesia Nausea

Nasionalisme, Islamisme Dan Marxisme

Stock: Out of Stock

Kategori : Politik

Neoliberalisme yang ada sekarang, meski dengan bentuk yang berbeda, isi-isinya, otaknya, kebijakan-kebijakannya, pada dasarnya adalah wujud imperialisme baru. Dulu-dulunya, yaitu pada masa pra kemerdekaan Indonesia, atau masa-masa Bung Karno memimpin perjuangan nasional bangsa ini. Imperialisme itu bernama kolonialisme. Imperialisme itu menurut Bung Karno adalah musuh utama perjuangan nasional. Musuh utama rakyat Indonesia.

Ada banyak ajaran Bung Karno yang seharusnya jadi pedoman dan dihayati oleh rakyat Indonesia guna memantapkan arah perjuangan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Amanat-amanat yang beliau sampaikan memiliki dasar-dasar kuat, bukan semata-mata bicara yang manis di podium, tetapi mewakili senyatanya yang ada di negeri ini. Nasionalisme Islamisme dan Marxisme adalah pemikiran yang telah beliau sampaikan pada tahun 1926 pada masa-masa pergerakan.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Politik
Dimensi : 12x17 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by