Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Neoliberalisme dan Restorasi Kelas Kapitalis Nick Drake Sebuah Biografi

Nice Boys Don’t Write Rock N Roll

Detail

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Ketebalan : 497 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Tersedia
Penerbit: EA Books
Penulis: Nuran Wibisono
Berat : 0.60 Kilo

Description Nice Boys Don’t Write Rock N Roll

Membaca buku ini (Nice Boys Don’t Write Rock n Roll) Anda akan setuju dengan saya bahwa Nuran adalah penulis musik sangat berbakat. Rajutan data, pemahamannya akan ekosistem industri, dan referensinya terhadap band-band terhormat serta album-album musik bermartabat sangat luas dan dalam. Nuran sudah masuk dalam barisan, dan menambah jumlah penulis musik independen, melebihi mereka yang bekerja di penerbitan/majalah musik. 
Rock on! (Philips Vermonte)

Usia belasan menjadi kala awal mengenai musik. Membeli kaset pertama, jatuh cinta dengan Motley Crue dan hair metal, hingga menghamburkan uang jajan untuk membeli kaset. Setelah benar-benar terhisap dalam musik, maka cita-cita pun dicanangkan: jadi anak band. Tapi sebagai remaja yang sadar diri dengan skill bermusik yang terbatas, maka menjadu jurnalis musik menjadi pilihan cita-cita utama. Apalagi setelah melihat Almost Famoes dan menyadari betapa—terlihat—menyenangkan menjadi seorang jurnalis musik.

Setidaknya, sebelum era webzine, menjadi jurnalis musik adalah mimpi basah. Ia termasuk salah satu pekerjaan impian. Bertemu dengan musisi idola, menyaksikan konser, dan dibayar. Apa yang lebih enak ketimbang itu? Tentu ada kerja keras, dikejar tenggat, atau harus mewawancara musisi menyebalkan. Namun, itu lebih sebagai bagian dari pekerjaan, bukan hal yang benar-benar bikin darah tinggi.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Rekomendasi Bacaan Serupa