Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
TAO Filsafat The Birth of Science – Lahirnya Ilmu Pengetahuan
Cerita dimulai dengan pertanyaan: siapakah "masakini"?
Setelah dewasa, lelaki itu mulai meninggalkan desanya, pergi ke kota memulai kehidupan baru. Tetapi dia merasa tubuh desanya, tubuh-udiknya, terus hidup bersamanya, walau dia telah hidup sebagai orang kota. Apakah lelaki itu termasuk jenis manusia yang hidup sebagai seseorang-tanpa-masakini?
 
Kita bergembira bukan karena memotong padi; kita bergembira karena memotong pada yang kita tanam sendiri." Kutipan ini, rasanya, cukup mewakili bagaimana sengitnya setiap persimpangan masakini yang harus kita lalui, antara memotong padi yang tidak kita tanam sendiri, dengan memakan nasi yang bahkan kita tidak tahu bagaimana wujud padi dan sawahnya.
 
Buku ini merupakan kumpulan esai di sekitar puisi dan prosa yang sebagian saya tulis antara sebelum dan setelah saya bergerak dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota di Jakarta (Urban Poor Constium - UPC). Puisi dan prosa seperti gudang kenangan yang bisa disusun dari sudut mana pun, namun hampir selalu harus melalui lantai bawah untuk mendapatkan susunannya. Pembaca bisa mengambil sudut seluas kemampuannya untuk mengelilingi setiap sudut sebagai teks yang terbuka. Sama seperti kita mengenali masakini kita dengan cara berkeliling ke masalalu, seperti melepaskan cahaya yang telah mengisolasi sebuah lampu neon.
 
Selamat Membaca dan Merdekalah...

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
Ketebalan : xxviii + 657 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14 x 20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Octopus
Penulis: Afrizal Malna
Berat : 700 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa