Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Nyanyian Dari Pinggir Hutan ONE SOUL, ONE STRUGGLE

OLENKA

Budi Darma
Description
Melalui Olenka Budi Darma sejatinya sedang menyibak rahasia paling kelam dalam jiwa manusia. Karakter-karakter unik dengan kecamuk pikiran dituturkan dengan menarik.
Stock: Tersedia

Kategori : Novel dan Sastra

S.E.A. Write Award 1984
Juara I Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 1980
Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta 1983

Tanpa yang lain saya tidak mempunyai arti, tidak mempunyai fungsi, dan tidak ada.

Fanton Drummond jatuh cinta pada sosok Olenka. Perempuan misterius yang tanpa sengaja dia temui dalam sebuah lift di Apartemen Tulip Tree. Semenjak pertemuan itu, tak henti-hentinya Fanton Drummond mengamati dan menebak-nebak bagaimana kehidupan Olenka sebenarnya.

Semakin dalam Fanton Drummond menelusuri hidup Olenka, semakin liar bayangan Fanton Drummond. Sebagaimana perjalanan menyusuri sebuah peta dunia, yang tak menemukan pangkal pastinya.

Melalui Olenka Budi Darma sejatinya sedang menyibak rahasia paling kelam dalam jiwa manusia. Karakter-karakter unik dengan kecamuk pikiran dituturkan dengan menarik. Novel dengan capaian bahasa paripurna.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 9786023855766
Ketebalan : 444 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Tersedia
Penerbit: Noura Books
Penulis: Budi Darma
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by