II Potongan 30% all item untuk pembelian minimal 300.000. Kupon: RADICAL

Masih Kosong

Paket Sachiko Palu Arit di Ladang Tebu Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (Jombang-Kediri 1965-1966)

Dengan segala keterbatasannya, Maguwo dan Angkatan Udara berhasil menuliskan cerita perlawanan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia.

Rp.90,000

RadicalMay Bookfair:

Pembelian: Gratis Kalender HAM 2021 setiap Transaksi
Pembelian: Diskon 30% Minimal: 200.000. Kode Kupon: RADICAL
Pembelian: Diskon 25% Tanpa Minimal. Kode Kupon: bacadulu
Pengiriman: Subsidi Ongkir Rp22.000,00 untuk Minimal Pembelian Rp122.000,00. Kode Kupon: bebasbaca

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.

Description

Sebagai satu satunya pangkalan udara di ibukota Republik Indonesia ketika itu, Pangkalan udara Maguwo memiliki nilai yang sangat penting dan strategis, terutama dalam upaya Belanda menduduki wilayah Republik Indonesia yang tersisa, setidaknya sejak persetujuan Renville di mana wilayah Republik Indonesia yang semakin menyempit.

Pangkalan Udara ini menjadi target utama sebelum militer Belanda menyerbu masuk ke dalam kota Yogyakarta. Hal ini nampaknya sesuai dengan doktrin militer yang berkembang ketika itu, bahkan tampaknya pihak militer Belanda belajar dari strategi militer Jerman ketika melakukan serbuan kilatnya terhadap negara mereka sendiri, Blietzkrieg.

Militer Belanda tampak begitu cermat dan terencana, hanya untuk menyerang pangkalan udara Maguwo. Skema yang disusun mulai dari serangan pembuka, penerjunan dengan pengecohan, penerjunan pasukan para himgga pada dikuasainya pangkalan udara tersebut. Tahapan demi tahapan operasi militer dilaksanakan dengan baik.

Para kadet AURI dan Pasukan Pertahanan Pangkalan AURI yang ada berusaha mempertahankanpangkalan ini mati-matian. Namun karena persenjataan yang begitu terbatas, perlawanan prajurit Angkatan Udara ini tidak begitu berarti untuk menghadang serbuan pasukan Belanda.

Setelah kejatuhan Maguwo, para prajurit AURI tidak serta merta menjadi bungkam. Mereka terus terlibat dalam aksi-aksi perlawanan dan juga dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Kebanyakan dari mereka bergbung dalam satuan SWK-SWK yang ada. Hingga akhirnya, Maguwo kembali ke dalam kekuasaan AURI pada Juni 1949.

Dengan segala keterbatasannya, Maguwo dan Angkatan Udara berhasil menuliskan cerita perlawanan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia.

Detail


Kategori : Tokoh - Sejarah
Dimensi : 14 x 21 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2020
Stock: Out of Stock
Penerbit: Mata Padi
Penulis: Dede Nasrudin
Berat : 400 gram
Product Tags:

II Potongan 30% all item untuk pembelian minimal 300.000. Kupon: RADICAL

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Reviews

0 /5

5 Star
0
4 Star
0
3 Star
0
2 Star
0
1 Star
0

Submit Your Review

Required fields are marked*

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa