Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pangeran Bahagia dan Rumah Delima Panggil Aku Kartini Saja

Pangeran Dari Timur

Iksaka Banu
Description
Pangeran dari Timur adalah novel sejarah yang bukan sekadar menggambarkan kisah hidup Raden Saleh, tetapi juga menjadi saksi pergolakan zaman meraih kemerdekaan.
Stock: 20
Terjual: 130

#Mengingat65 lihat promo di bawah:


Kategori : Novel dan Sastra

Raden Saleh masih terlalu muda ketika dipisahkan dari keluarganya di Terbaya, Semarang, menjelang berakhirnya Perang Jawa. Kegeniusan dan tangan dinginnya dalam mengayunkan kuas tercium oleh para pejabat kolonial sehingga dia dikirim ribuan mil jauhnya menuju Belanda, sebuah negeri yang selama ini hanya didengarnya lewat cerita para kaum terpelajar Jawa. Terbukti dia mampu melukis bukan hanya sejarah dirinya yang gemerlap, melainkan juga wajah dan peristiwa zaman Romantis di Eropa.

 

Bertahun hidup di tanah seberang, sang Pangeran justru merasa asing di tanah kelahirannya. Namun, tetap saja panggilan darah sebagai bangsa Jawa tidak dapat disembunyikannya di atas kanvas. Ditambah kegetiran yang menghiasi masa tua, karya dan hidup Raden Saleh berhasil menciptakan perdebatan sengit di kalangan kaum pemaham seni di masa pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia, satu abad berikutnya.

 

Syamsudin, seorang arsitek awal abad ke-20, menguasai pengetahuan seni yang berkembang pada masanya. Dia berhasil menularkan minatnya terhadap lukisan Raden Saleh kepada Ratna Juwita, gadis pujaannya. Di sisi yang berbeda, Syafei, dengan gairah pemberontaknya, menempuh jalan keras menuju cita-cita sebagai bangsa merdeka. Mereka melengkapi sejarah berdirinya sebuah negeri, dengan hasrat, ambisi, dan gelora masing-masing. Dan, di tengah kekalutan panjang sosial politik sebuah bangsa yang sedang memperjuangkan nasibnya, kisah cinta selalu memberikan nyala api: hangat dan berbahaya.

 

“Mereka dijauhi karena gagasan-gagasan pemikiran bebas mereka ... karena manusia yang berpikir merupakan objek menakutkan bagi orang Belanda, yang menuntut kepatuhan buta.”
—Therese von Lützow, sahabat Raden Saleh di Dresden

 

“Hormatilah Tuhan dan cintailah manusia.”
—Moto Raden Saleh yang tertulis di pintu masuk Masjid Biru di Maxen, Dresden

 

“Belajarlah dari Barat, tetapi jangan jadi peniru Barat. Namun, jadilah murid dari Timur yang cerdas.”
—Tan Malaka

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 98.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa 7.000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 9786022916758
Ketebalan : 604 hlm l Bookpaper
Dimensi : 16 x 23,5 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2020
Stock: 20
Penerbit: Bentang Pustaka
Penulis: Iksaka Banu
Berat : 700 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa