Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Papua dan Demokrasi Agonistik

Oleh: Rahma D A         Diposkan: 09 Feb 2019 Dibaca: 560 kali


Indonesia merupakan negara kaya dengan komposisi suku bangsa yang beragam. Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) pada tahun 2013 mengidentifikasi bahwa terdapat 633 kelompok suku besar yang mendiami wilayah Indonesia, data dalam studi ini didapatkan melalui sensus penduduk tahun 2010 (BPS, 2015). Dengan kekayaan suku bangsa yang dimiliki Indonesia bukan tanpa risiko, potensi terjadinya konflik sosial, ekonomi, maupun politik mengancam Indonesia setiap waktu. Hal itu yang menjadi dasar Indonesia sejak awal berdaulat memilih sistem demokrasi sebagai tonggak pemerintahan, karena para pendiri bangsa memiliki pandangan bahwa dengan sistem demokrasi ini keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dapat terakomodasi seluruhnya. Bahkan menilik tahun ini, tahun 2019 yang digaungkan sebagai tahun politik, kita bangsa Indonesia masih mempertahankan pemilihan umum dengan sistem voting sebagai cara memilih pemimpin bangsa sebagai wujud berjalannya demokrasi di tanah ini.

Sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia memiliki roh dari politik liberal, menurut John Rawls, politik liberal memiliki konsep bagaimana membuat hidup berdampingan secara damai antara seseorang dengan perbedaan konsepsi dari suatu yang dianggap baik (common good) melalui rekonsiliasi moralitas, filsafat dan agama. Sebab itu secara umum pandangan demokrasi ini menjadi sebuah metode untuk membuat keputusan publik dengan mengedepankan netralitas malalui kepedulian terhadap beberapa kumpulan nilai partikular. Dengan itu mereka percaya bahwa liberalisasi atau kebebasan dapat memberikan prinsip politik yang seharusnya diterima oleh semua orang, meskipun adanya pertentangan di antara mereka (Mouffe, 2000:22-23). Berpijak pada pemikiran Rawls, Mouffe memberikan kritiknya bahwa politik liberal memberikan konsekuensi yang berbahaya dan cenderung membuka ruang untuk superioritas seseorang. Demokrasi liberal nyatanya berusaha menghilangkan konflik dan antagonisme di tengah masyarakat yang plural agar terciptanya suatu harmoni sosial di masyarakat. Kekhawatiran yang menjadi pemikiran Moufee tersebut tergambar pada bagaimana pemerintah Indonesia menghadapi konflik Papua yang berkepanjangan dari tahun 1963 hingga sekarang.

Sejarah konflik Papua berawal ketika negeri yang menjadi saksi akan berkobarnya perang Pasifik antara Amerika melawan sekutu, telah menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah bangsa yang berdaulat pada rentang tahun 1944 hingga 1945. Hal ini terjadi ketika Amerika meninggalkan Papua usai Perang Pasifik, walau pada akhirnya kepergian Amerika kemudian digantikan oleh datangnya Belanda ke tanah ini. Perjalanan rakyat Papua lalu memiliki babak baru ketika Belanda memberikan kemerdekaan bagi Papua selang waktu enam belas tahun setelah kembalinya mereka ke sana, tertulis dalam buku berjudul Constructing Papuan Nationalism: History, Ethnicity, and Adaptation karya Richard Chauvel yang dikutip oleh tirto.id menjelaskan bahwa adanya peristiwa pengibaran bendera bintang fajar dan nyanyian nasional Hai Tanahku Papua pada 1 Desember 1961 kemudian menjadi tonggak bagi sebagian besar rakyat Papua yang menilai bahwa pada saat itulah Papua memperoleh kedaulatan kemerdekaan dari Belanda.

baca juga: Upaya Mencari Benih KAA

Namun peristiwa tersebut kemudian menyulut kemarahan Sukarno sebagai Presiden Indonesia yang menganggap bahwa Papua merupakan bagian dari wilayah Indonesia, sehingga tidak semestinya memiliki kedaulatan sendiri karena Papua sebagai bagian dari Indonesia sudah mendeklarasikan kemerdekaan sejak 17 Agustus 1945.

Kejadian itu kemudian membawa pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda untuk menyetujui New York Agreement pada tahun 1962. Melalui kesepakatan ini ditetapkan bahwa untuk sementara Indonesia akan mengurus Papua secara administratif, kemudian akan ada voting atau jajak pendapat untuk menentukan apakah rakyat Papua memilih memisahkan diri atau berintegrasi dengan Indonesia. Peristiwa jajak pendapat bagi rakyat Papua disebut oleh Indonesia sebagai Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), sementara bagi Papua sendiri disebut dengan 'Act of No Choice'  atau keputusan untuk tidak memiliki pilihan. Pepera yang dilakukan pada tahun 1969 hanya diikuti 1025 orang dengan tidak melibatkan seluruh rakyat Papua asli, dengan diwarnai manipulasi, intimidasi, dan ancaman senjata. Melalui Pepera akhirnya Indonesia memenangkan jajak pendapat saat itu dan mengambil sepenuhnya hak administratisi atas Papua.

Setelah Indonesia mengambil hak administrasi Papua melalui jajak pendapat yang dianggap netral, integrasi yang diharapkan justru berbuah disintegrasi dengan menumbuhkan tunas konflik Papua semakin subur karena sebagian besar suara rakyat Papua sebagai suatu partikular terekslusi keberadaannya. Kemudian seakan memiliki trauma terhadap berkobarnya kembali konflik Papua, pemerintah Indonesia sebagai superioritas melakukan berbagai tindakan sewenang-wenang, mulai dari teror, tindakan kekerasan, bahkan penangkapan terhadap seseorang atau kelompok yang berani menunjukkan simbol bintang fajar dalam segala bentuk aktivitas. Perlakuan tersebut terjadi karena simbol bintang fajar dianggap sebagai tindakan makar terhadap pemerintah. Konflik di tanah Papua dari tahun ke tahun tak redup hingga sekarang, konflik terus tumbuh tidak saja dikarenakan terekslusinya suara rakyat Papua, namun juga luka akibat pelanggaran hak asasi manusia, penjarahan ekonomi, sampai anggapan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang menganggap Papua sebagai bagian dari mereka tidak pernah melibatkan Papua di dalam berbagai bidang kehidupan bangsa, bahkan sejak perumusan berdirinya bangsa Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu rasa nasionalisme rakyat Papua terhadap tanah air mereka semakin tumbuh seiring dengan luka yang mendalam terhadap Indonesia karena diskriminasi dan tidak adanya upaya dari pemerintah Indonesia untuk mendengar aspirasi rakyat Papua. Hingga pada tahun 1965 muncul gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan diikuti aksi-aksi lain yang memiliki satu tujuan, yaitu untuk perjuangkan hak penentuan nasib sendiri sebagai West Papua agar suara rakyat Papua memiliki tempat dalam menentukan nasib tanah airnya.

baca juga: Membaca Anarkisme, Memahami Kebebasan Sepenuhnya

Aksi Damai Papua menjadi salah satu aksi terbaru yang selama periode tiga tahun terakhir dari tahun 2015 hingga 2018 rutin dilakukan setiap tanggal 1 Desember di beberapa kota di Indonesia. Dipilih tanggal 1 Desember karena bertepatan dengan diberikannya kedaulatan Papua oleh Belanda menurut sejarah. Pada Aksi Damai Papua tahun 2018, diperingati oleh para mahasiswa dan pemuda Papua dengan jumlah 539 orang. Sejumlah 95 orang di Papua, 18 orang di Kupang, 99 orang di Ternate, 43 orang di Ambon, 27 orang di Manado, 24 orang di Makassar, dan 233 orang di Surabaya. Dari aksi yang berlangsung, pemerintah Indonesia kembali menunjukkan posisi superiornya dengan berusaha menghilangkan konflik sebagai suatu antagonistik yang berasal dari Aksi Damai Papua dengan melakukan persekusi dan saling melempar ujaran kebencian dengan para demonstran demi memulihkan disintegrasi yang ada dan mengembalikan konsep harmoni sosial pada tempatnya.

Melalui apa yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menangani konflik Papua, jika berlandaskan demokrasi agonistik tidak seharusnya persekusi maupun penangkapan dilakukan guna menghilangkan konflik dan antagonisme yang ada begitu saja demi tercapainya harmoni sosial. Justru sebaliknya, dalam demokrasi agonistik Mouffe mengatakan bahwa konflik dan antagonisme seharusnya dijaga untuk tetap hidup di dalam demokrasi karena tidak mungkin secara permanen dihilangkan. Hal tersebut disebabkan karena secara utuh mewujudkan kesamaan rational universal self untuk semua orang tidak mungkin terjadi. Terlebih penolakan terhadap konstitusi adalah jaminan penting agar dinamika dari proses demokrasi tetap terjaga keberadaannya dan sekaligus memberikan sumbangan terhadap pembaharuan demokrasi itu sendiri (Mouffe, 2000: 32-34).

Indonesia yang memiliki suku bangsa yang beragam sebagai partikular-partikular dengan disertai konflik berkepanjangan dibeberapa daerah, salah satunya Papua dapat menjadikan sistem demokrasi agonistik sebagai alternatif solusi. Penerapan sistem demokrasi agonistik diharapkan dapat menjaga harmoni sosial masyarakat dengan memelihara perbedaan yang ada, bukan dengan membunuh perbedaan demi terciptanya satu suara yang akhirnya mengekslusi sebagian partikular kecil di dalam masyarakat. Namun yang menjadi masalah adalah demokrasi agonistik yang berakar pada pemikiran golongan kiri yang lekat pada gerakan kaum sosialis, tidak akan diterima secara terang-terangan oleh masyarakat Indonesia. Adanya kebencian akan rasa trauma terhadap sejarah yang ada terhadap gerakan sosialis komunis di masa lalu tidak akan bisa membuka jalan bagi demokrasi agonistik di Indonesia, akan tetapi tidak harus dengan mengganti demokrasi agonistik untuk mengganti sistem demokrasi yang sekarang sudah ada, namun setidaknya dari sistem demokrasi agonistik pemerintah dapat mengadopsi pemikiran-pemikiran pokok dari sistem demokrasi ini seperti yang telah di lakukan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terlebih dalam menangani konflik Papua.

baca juga: Di Tempat Terbaik Antropolog Bekerja

Pada periode pemerintahannya, Gus dur melakukan pendekatan non militer dalam menangani konflik Papua dengan salah satunya memberikan pernyataan yang berisi bahwa rakyat Papua diperbolehkan meminta apa saja kepadanya, asalkan bukan kemerdekaan. Selain itu pada pemerintahan Gus Dur ada larangan bagi militer untuk tidak melakukan intervensi ke Papua, serta beliau juga memberikan ruang bagi masyarakat Papua dalam melakukan perayaan budaya di tempat terbuka, mengijinkan bendera bintang fajar dikibarkan, sampai kepada Gus Dur yang bersedia melakukan dialog dengan dewan adat Papua. Tidak sampai di situ saja, Gus Dur juga menawarkan kebebasan untuk rakyat Papua memilih lagu, bendera, sistem pendidikan, kelola pemerintah dan pengelolaan kekayaan alam menurut keinginan masyarakat Papua sendiri. Hal itulah yang belum dilakukan pemerintahan pada periode ini, dan hal ini dapat menjadi evaluasi untuk periode pemerintahan mendatang khususnya dalam menangani konflik Papua.

  •  

Daftar Pustaka

  •  

Apabila Anda berminat untuk mengirim tulisan, sila baca syarat dan ketentuan mengirim tulisan.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:

TESTIMONI

  • paketnya sudah sy terima. rasanya spt dpt harta karun jarang2 bisa dpt buku kyk gini. penjualnya sangat membantu dan responnya cepat sekali. terimakasih banyak. moga2 nanti bisa balik lagi n belanja disini.

    Arisnawaty
  • Terima kasih untuk promo beli 2 gratis 1 nya dan terima kasih pula untuk packing yang rapi dan bonus yang diberikan

    Eko Budi Prassetyo
  • Saya suka motto mu Kawan, "Membaca adalah Melawan!"

    Andreas
  • Recomended untuk kawan-kawan

    Ilyas
  • Tidak kemana2 tapi dari mana2 :) Good Job Berdikari

    Mutiara
  • Paket sampai sesuai dgn perkiraan waktu dan packaging rapi

    Nabila
  • Cepat sampai.. Cepat respon bagus pelayananny

    Amanda
  • paket sudah di twrima,packing rapih

    Budhie
  • Kapan-kapan bisa main langsung ke Berdikari ini

    Erik
  • paket rapi dan buku mendarat dengan aman. sepertinya bakal balik lagi ke berdikari book recommended untuk kawan- kawan mau belanja buku

    akbar
  • Belajar

    Abeng
  • Packaging rapi banget! Pelayanan cepat dan estimasi tepat. Koleksi buku juga banyak. Maju terus, Berdikari! Mari membaca untuk melawan!

    Nada
  • Barang sudah sampai, pelayanannya bagus dan cepat.

    Dena Diana Putri
  • Paket received,, tres bien berdikari

    Christy
  • Terimakasih berdikaribook.red paketnya sudah sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik. Buku2 yg dijual sangat recommended!!!

    Fikar
  • Benar-benar dunia membaca yang menggerakkan mulut saya untuk tidak bungkam!

    Fird
  • Paketnya sampun diterima.. Terimakasih

    Budz
  • Terima kasih berdikari book buku sudah sampai tepat 1hari (pagi yg miring kekanan) #membacaadalahamelawan

    Trad (Tradizione)
  • Bukunya sudah sampai, terimakasih Berdikari Book. Semoga ketersediaan bukunya semakin beragam. Membaca adalah melawan!!

    Andika agung gondo kusumo
  • Mantep! Tiba sesuai estimasi, respon oke.

    Osep Bana
  • Terima kasih, Berdikari Book. Kami jauh dari ujung atas Sumatera.. tapi bukunya sampai dengan cepat, aman & sentosa.. Ada bonus pembatas buku & stiker pula.. Berdikari Book semoga tetap Merdeka..!

    Irfan Morris
  • Paket buku mendarat dengan selamat. Terimakasih BerdikariBook

    Sinatrian Lintang Raharjo
  • Mantab bung, nggak pernah mengecewakan.

    Ridho
  • Terimakasi berdikaribook, kayanya bakal balik lagi dah

    Niko Fajar
  • Buku udah nyampe, tpi sedikit penyet tapi sedap di baca

    Fany fatullah
  • Kalau sudah kirimkan uang , konfirmasinya bisa lewat wa ga?

    Burhanudin
  • Packingnya rapi banget. Bukunya ga ada lecet sedikitpu. Rekomended bgt buat yg nyari buku2 bersifat idealisme. Beli buku disini Dapat sticker keren pula.

    Ayu
  • Sudah 2x beli disini, sangat recomended! #MembacaAdalahMelawan

    Mr. A
  • Buku-bukunya keren-keren broh. Ketagihan kalo udah di web sini. Pasti.mau beli sesuatu...

    Docallisme
  • bukunya sudah mendarat dengan selamat, makasih admin.

    muslimah syawals
  • Buku sampai pada tujuan dengan baik.

    Fikri
  • Pengirimannya lama padahal sama-sama di Yogyakarta

    Anonim
  • Paket sudah sampai..terimah kasih

    Hengky.H
  • Syukak bukunya, Cepat di proses cepat juga datangnya

    Mulyy mustafa
  • Paket sudah diterima. Sesuai ekspetasi. Terimakasih atas bonusnya bydewey n_n

    Indra Kurniawan
  • Pelayanan sangat mantap

    Albert Aldo Hugo Kenneth Gultom
  • Thanks der, barangnye udah sampe, giting abis.

    Dimas
  • Pelayanan ramah, cepat, dan akurat. Packing rapih bngt, dan dpt free 1 buku tambahan, free sampul, free stiker. Bikin nagih beli lagi. Good job (y)

    Yusuf Wibowo
  • Pelayanan ramah, cepat, serta sistem website yang baik dalam memudahkan pembeli untuk mengecek barang yang dibelinya. Toko buku online Indonesia #1 yang pernah saya temui.

    Rafi Alifudin
  • Bukunya Sudah Sampai dengan Sangat cepat.... Terima Kasih Berdikari

    Fitra Sugiyono
  • Buku sudah saya terima, selalu suka sma packaging berdikari dan terimakasih stikernya

    Vischa
  • Mulai dari buku, pelayanan bahkan sampe pembungkus paketnya bikin nagih, wkwk. Gak sabar buat order lagi. Sukses terus berdikari book !

    Permata K.
  • Paket sampai sesuai jadwal dan packing rapi. Mantap. Suwun, dab!

    Komang Raditya Gunarsa
  • Keren buku2nya. Tidak akan mengecewakan

    Arief Setiawan
  • Barang sampe dengan selamat, makaseh berdikari jadi tongkrongan isinya ga push rank doang

    Maulana Yusuf
  • Bukunya sdh sampai.., packingnya juga bagus dan rapih, recomended untuk yang ingin menambah ilmunya dengan membaca

    andi
  • Mantab bener emang, paket yg dikirim bener2 rapi membuat semakin termotivasi untuk membaca. Panjang umur perjuangan bung!

    Rafli
  • Paket sudah sampai, Terimakasih berdikari book.

    Lannie
  • Buku dh sampe, cepet, rapi, bungkus unik. Trims

    Miqdad
  • Mantap gak harus nunggu lama buku cepet sampe , packing rapih

    Fiqih jati
  • Barang sudah sampai bung, Terima kasih berdikabook semoga bukunya bermanfaat. "Baca terus sampe mampus"

    Wirahadi Kusuma damar
  • Baca, Baca, Merdeka lah ! Paket Buku BBM-nya sudah sampai di bogor dengan selamat sentosa, packing nya rapih, prosesnya cepet, jadi ketagihan pengen order buku disini lagi. Mantap Bung!

    Topik
  • Paketnya sampai sesuai estimasi & di kemas secara apik. Keren. Membangkitkan kesadaran akan pentingnya membaca. Terima kasih Berdikari Book.

    Saiful
  • 2 hari nyampek tujuan dengan mulus bukunya

    Zulva
  • bukunya menarik", juga admin dan pelayanan di tempatnya sangat baik. recommended sekali.

    Rifky
  • Paket sudah saya terima,terimakasih

    Cahyani Aulia Hidayah
  • Paket bukunya sudah diterima dengan baik, Terima Kasih Berdikari Book, Makin sukses jaya dan makin lengkap opsi buku2nya.

    Nisa Basti
  • Bukunya sudah saya terima. Packing yang rapi, aman dan kalimat di sampulnya sangat menggugah untuk membaca, membaca dan terus membaca........ Terima kasih sudah dibantu untuk proses ulang pemesanan. Terima kasih....

    Danang Anggoro
  • Buku ini melebihi ekspektasi saya, bener bener bagus,saya merekomendasikan buat beli buku disini, karena pelayanan yang terbaik dan memuaskan. good job berdikari book!

    Sultan H
  • Buku yang dipesan datang tepat waktu, sukses selalu buat Berdikari Book!

    Mujahid
  • Mantap banget bung! Pelayanan yang memuaskan. Paling suka buku Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle.

    Widya Retno Palupi
  • Buku sudah sampai dengan selamat, dengan kondisi yang masih mulus, terima kasih

    Murdianto Dian
  • Pesanan saya sudah sampai. Terharu dan senang sekali rasanyaaaa :') pengirimannya cepat, packaging-nya menarik, waktu buka isinya.. Kaget. Banyak banget kertas-kertas kecilnya. Terima kasih, semoga sukses selalu dan semakin maju. ILYA♥

    Safira PN
  • Terima kasih banyak, bung. Paket bukunya sudah sampai dengan cepat & rapi. Sangat memuaskan. Seperti mendapat harta karun pengetahuan.. Thank you juga bonusnya ya, Kawan.. sekali lagi, terima kasih banyak..!

    Irfan Morris
  • Terima kasih banyak, bung. Paket bukunya sudah sampai dengan cepat & rapi. Sangat memuaskan. Seperti mendapat harta karun pengetahuan.. Thank you juga bonusnya ya, Kawan.. sekali lagi, terima kasih banyak..!

    Irfan Morris
  • Buku udah nyampai,packing rapi. Bacaan memarik tentang pangan dan paket mengenal Tiongkok.

    Ikhsanrosyid
  • Rindu berdikari

    Resty Yasqi
  • Puas banget, packingnya rapih mantap deh

    AGUSTIO
  • Tepat waktu. Baru sampai dan balutan merah yang rapi. Tapi, tolong ijinkan saya sedikit menambahkan sebuah kata di salah satu stiker berdikaribook.red.

    Uncle Tob
  • Terima kasih paket sudah sampai dengan bonus-bonusnya

    Yose R
  • Sudah datang

    Amami
  • Paket sudah diterima komandan, kondisi rapi&memuaskan

    Erlian afna r
  • paket sampai dengan selamat sentosa.

    banu
  • terima kasih . buku mendarat dengan aman dan sempurna. semoga propaganda nya tersampaikan.

    D.N Aska
  • Bukunya keren , Selalu cepat pengirimanya ,

    YODA
  • Bukunya sudah sampai, terimakash luarbiasa ,

    Arya sidoarjo
  • Buku paketnya sudah sampai. Sungguh packing rapi dan diberi bonus stiker dan pembatas buku penyemangat buat baca. Salut, kerjanya cepat sekali! Bakal beli lagi deh...

    Michael Andrew
  • Terimakasih banyak, buku anarki panduan grafis nya sudah sampai dengan baik dan tepat waktu.. Sukses selalu berdikaribook.red

    Barokah Campaign
  • Buku-bukunya luar biasa. Membaca adalah melawan

    Fadiel Muhammad
  • Respon cepat, pengiriman cpt, pengemasan buku rapi, suka sama slogan" berdikari book...

    Ardila D Setyarsi
  • Salah satu toko buku on-Line di Indonesia yang dapat dipercaya. Terkait dengan ke-aslian (originalitas) buku, maupun kesesuain janji dalam setiap promo-promo-nya.....semoga Rahmat dan ke-Berkah-an dari Tuhan Yang Maha Esa tercurahkan pada kita semua (sinkretis -monoteis)...amin...

    Moch. Edy Purwanto
  • Terimakasih Berdikaribook

    Muhamad Aldi Sofyan
  • Bacalah! Suka atau tidak sukanya kamu terhadap suatu bacaan, setidaknya bacaan itu akan menambah kosa kata yang kamu miliki dan menambah pengetahuan kamu.

    Allief
  • Mantap uda nyampe packingnya juga rapi,, recomended banget dah !

    Alex Gregorius Dony
  • Packing rapi, cepat, dan responnya baik. Rekomended :)

    Muly
  • Terima kasih Berdikari Book, paket novel Arah Langkah ber-ttd sudah mendarat di rumah saya dengan tepat waktu beserta packaging yang rapi dan lucu

    Atika
  • Terlambat sadar, bahwa ada aplikasi yang menjual buku-buku keren dan fenomenal~

    Ajengaprl
  • Salam Hangat By' Timur oioi

    Timur oioi
  • Terimakasih... Nanti lagi...

    Telah mendarat selamat
  • Panjang umur BerdikariBook!

    Miftah Regyana
  • 1 hari pesan , besok sampai. Mantab bung, terimakasih untuk packing yg rapih dan beberapa hadiah dalam paketannya.

    Erick Estrada
  • Barang udah sampai, mendarat dengan mulus.

    Harrys D.
  • Sesuai ekspektasi. Packing mulus terbaek lah. . .

    Yoga Jalu
  • Suka banget. Packing rapih, waktu juga sesuai dengan perkiraan. Stiker dan pembatas bukunya juga keren bikin semangat baca. Makasih min

    Qaulan Syadida Azzahra
  • terima kasih bukunya suda saya terima.. recomended book store..

    vico
  • Akhirnya bukunya sampai juga... pelayanan bagus.. packing bagus.. disampulin pula... rekomendasi banget buat balik belanja di sini lagi..

    Muhammad Risal
  • Pelayanan cepat, packaging rapi, promo kupon Ramadhannya mantap. Mudik ditemani buku, heu heu.

    Avif
  • Terima masih,paketnya mendarat dengan rapi dan lancar,sukses terus berdikari

    Fikri Dhia
  • Harga yang ditawarken sangat menarik, sekali kesini jadi ingin kembali lagi Dan semoga literatur klasik dari tokoh-tokoh Marxis seperti Marx, Engels, Lenin, Luxemburg, Mao, dll segera distock kembali

    Fajar F
  • Puas banget dengan pelayanan BerdikariBook. Cepat dan adminnya pun ramah. Buku yang datang juga dalam kondisi bagus dan dapat banyak banget bonus pembatas buku dan stiker !! In syaa Allah bakal beli lagi di BerdikariBook

    Zet