II Potongan 30% all item untuk pembelian minimal 300.000. Kupon: RADICAL

Masih Kosong

Para Penggerak Revolusi Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing Masing

Di masa kolonialisme Belanda, geliat berkesenian mendapatkan ruang yang cukup semarak. Ada komedi Opera Stamboel, Opera Permata Stamboel, Indera Ratoe, Wilhelmina, Sinar Bintang Hindia, Indera Bangsawan, dan Opera Bangsawan

Rp.60,000

RadicalMay Bookfair:

Pembelian: Gratis Kalender HAM 2021 setiap Transaksi
Pembelian: Diskon 30% Minimal: 200.000. Kode Kupon: RADICAL
Pembelian: Diskon 25% Tanpa Minimal. Kode Kupon: bacadulu
Pengiriman: Subsidi Ongkir Rp22.000,00 untuk Minimal Pembelian Rp122.000,00. Kode Kupon: bebasbaca

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.

Description

Di masa kolonialisme Belanda, geliat berkesenian mendapatkan ruang yang cukup semarak. Ada komedi Opera Stamboel, Opera Permata Stamboel, Indera Ratoe, Wilhelmina, Sinar Bintang Hindia, Indera Bangsawan, dan Opera Bangsawan. Mereka melakukan banyak pementasan dan pertunjukan kesenian, sebagiannya diselingi dansa-dansa Barat yang tengah populer, ceritanya diperkaya dengan cerita-cerita realis yang sedang terjadi, seperti “Si Tjonat”, “Njai Dasima”, dan “Oie Tam Bah Sia”, juga yang bersumber dari cerita-cerita Barat, seperti “Hamlet”, “Soeatoe Saoedagar dari Venetie”, dan “Penganten di Sorga”.

Di Batavia sendiri, muncul perkumpulan kesenian Indo-Tionghoa pertama, yaitu Soei Ban Lian pada tahun 1911. Perkumpulan ini menyajikan cerita-cerita klasik Tionghoa, seperti “Ong Tiauw Koen Ho Hoan”, “Tong Tay Tjoe Tji Keng”, “Ouw Peh Tjoa”, “Sam Pek Eng Tay”, dan “Sih Djin Koei”. Lalu pada 1925, terjadi gerakan pembaharuan kesenian yang merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada zaman stambul, bangsawan, dan opera. Miss Riboet Orion yang dipimpin Tio Tek Djien, misal, merupakan salah satu pelopor utamanya.

Buku ini meneliti secara jeli 17 artis yang pernah berkiprah dalam berbagai bidang kesenian pada masa Hindia Belanda (1920-an hingga 1940-an). Pada masanya, 17 nama itu memiliki pengaruh yang sangat penting dalam bidang film, tonil, dan musik; memiliki popularitas; dan memiliki kisah hidup yang unik.

Detail


Kategori : Tokoh - Sejarah
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: 8
Penerbit: Basa Basi
Penulis: Fendi Hutari
Berat : 300 gram
Product Tags:

II Potongan 30% all item untuk pembelian minimal 300.000. Kupon: RADICAL

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Reviews

0 /5

5 Star
0
4 Star
0
3 Star
0
2 Star
0
1 Star
0

Submit Your Review

Required fields are marked*

Terakhir dilihat