Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pemberdayaan Masyarakat Informasi Konsep dan Aplikasi Pembuangan Pulau Buru dari Barter ke Hukum Pasar

Alexandru Sahia adalah salah seorang penulis Rumania terkemuka yang menulis untuk membela kepentingan rakyat. Tulisannya mengandung keyakinan yang teguh akan menangnya cita-cita merdeka, menangnya dalam perjuangan untuk melenyapkan perbudakan manusia oleh manusia yang lain. Sahia sadar akan segi buruk daripada penghisapan yang berlaku atas kaum pekerja, dari kebangsaan apa pun juga. Ia pun tahu akan melaratnya nasib kaum tani. Ia mengerti akan tugas seorang penulis. Karena itulah maka hasil-hasil kerjanya rapat bergandengan dengan hasrat rakyat yang terbanyak.

“Tulisan Sahia merupakan ajakan untuk yakin akan hari depan, ajakan untuk berjuang.” - Koesalah Soebagyo Toer

“Membaca karya-karya Alexandru Sahia saya menyimpulkan bahwa ia adalah seorang radikal kiri. Cerita-cerita pendek Alexandru Sahia beraliran realisme-sosialis ala Maxim Gorky. - Soesilo Toer

Selamat Membaca dan Berbahagialah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
Koesalah Soebagyo Toer xvii+97 hlm | Bookpaper
ISBN : Soesilo Toer
Penerjemah : Koesalah Soebagyo Toer
Ketebalan : xvii+97 hlm | Bookpaper
Dimensi : 12x18 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Pataba Press
Penulis: Alexandru Sahia
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by