Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Pendekar Tongkat Sakti dari Argentina

Pendekar Bahasa

Holy Adib
Description
Ia tak segan-segan menyatakan kegusarannya secara telanjang.
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Umum
“Pendekar” mengantarkan kepada kita imaji sesosok humanis idealis yang soliter pembela kebenaran, kata lain dari “kesatria”, “hero”, “protagonis”. Biasanya sosok itu bekerja sendiri, berpenampilan dan punya keampuhan yang khas, spesifik. Buku ini memperkenalkan pendekar yang lain, “Pendekar Bahasa”. Siapa gerangan pendekar ini? Holy Adib mengutip Harimurti Kridalaksana yang memberi pemerian begini: “pendekar bahasa merupakan sarjana dalam bidang di luar ilmu bahasa yang menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan bahasa (Indonesia) ...” .
 
Buku ini dalam satu hal menyajikan pelbagai pokok berkenaan dengan pernak-pernik bahasa Indonesia seperti tecermin pada penjudulan keenam tema yang membagi kumpulan tulisan ini: Asal-Usul, Sikap terhadap Bahasa, Kasus Bahasa, Salah Kaprah, Usul, dan Makna Kata. Dalam hal lain, di dalamnya kita melihat pantulan sikap Adib sendiri yang tegas terhadap fenomena kebahasaan di tanah air, terutama yang menyangkut kiprah ideal pendekar bahasa menurut dia tadi. Ia tak segan-segan menyatakan kegusarannya secara telanjang.
 
 
 

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : 9786237290391
Ketebalan : 176 hlm l Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Basa Basi
Penulis: Holy Adib
Berat : 250 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by