Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Pendekar Tongkat Sakti dari Argentina

Wishlist
Stock: Out of Stock
Terjual :
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Di dalam buku ini terdapat cerita pendek “kematian dan Sebuah Kompas”, sebuah cerita detektf karangan Borges yang pernah difilmkan oleh sutradara Alex Cox ditahun 1992. Juga cerita pendek “Kongres” –sebagaimana dikatakan Borges sendiri –merupakan ceritnya yang paling ambisius, paling autobiografis, dan paling imajinatif. Ada cerita pendek “Ulrikker” yang bertemakan cinta. Borges mengakui bahwa tema cinta banyak ia tulis di dalam puisi-puisinya. Tetapi, amat sangat jarang didalam prosa-prosanya. Juga cerita pendek “Utopia seorang Laki-Laki Putus Asa” yang mana, sepenuturan Borges, merupakan ceritaya paling jujur dan paing melankolis. Beberapa cerita pendek terakhir yang ditulis Borges sebelum ia wafat pada tahun 1986 seperti “25 Agustus 1983”, “Harimau Biru” , “Mawar Paracelsus” dan “Memori Shakespeare” terdapat dalam buku ini.

 

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Novel dan Sastra
Lutfi Mardiansyah 212 hlm | Bookpaper
ISBN : 9786026022646
Penerjemah : Lutfi Mardiansyah
Ketebalan : 212 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Cantrik Pustaka
Penulis: Jorge Luis Borges
Berat : 100 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by