Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Pendidikan sebagai proses

Wishlist
Stock: Out of Stock
Terjual :
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Buku yang memuat surat-surat Freire yang padat dan logis alur berpikirnya, bukan hanya akan memperluas wawsan pembaca yang bersifat substansial dalam memandang karrya-karya Freire, akan tetapi juga akan memperjelas pandangan-pandangan Freire dan menempatkannya secara lebih proporsional, terutama bagi mereka yang menganggap Freire sebagai orang yang menakutkan dan tidak menyenangkan, bukannya sebagai orang yang gentle, terbuka dan penuh kasih sayang yang dikenals ecara baik di kalangan teman-temannya dan anak-anak.

Selain itu buku ini juga berisi tulisan Freire yang sangat idiomatik. Lebih dari itu, buku ini menguak kedirian Freire- melalui teman-teman Elza, istrinya dalam kondisi khusus dan dalam ikatan emosional dengan pendidik-pendidik lainnya, Genre surat-suratnya dalam bahasa Prancis ini sudah mengandung karakteristik bahasa Inggris;; ciri tulisan Paulo yang lain adalah hangat, rendah hati dan mengandung semangat yang militan. Paulo Freire adalah seorang yang sering kali mengekspresikan kediriannya dengsn sebuah kata atau frase tunggal.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Agung Prihantoro 282 hlm l HVS
ISBN : Kamdani
Penerjemah : Agung Prihantoro
Ketebalan : 282 hlm l HVS
Dimensi : 14x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Pustaka Pelajar
Penulis: Paulo Freire
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by