Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Budaya

Pengakuan Pejuang Khilafah

Ed Husain
Description
Namun, seiring waktu dan pengalaman, aku berkembang perlahan-lahan.
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 


Kategori : Tokoh dan Sejarah
Sepanjang hidup ini kita semua mengalami perubahan pandangan dan arah; sebagian dari kita berubah secara lebih radikal daripada yang lain. Menurutku perubahan pandangan duniaku merupakan sebuah kisah yang membingungkan. Sulit rasanya aku yang sekarang ini mengakui aku yang dahulu. Namun, seiring waktu dan pengalaman, aku berkembang perlahan-lahan. Hal ini seperti olok-olok John Maynard Keynes yang sangat terkenal, “Manakala fakta-fakta berubah, pikiranku pun berubah.”
 
Buku ini merupakan sebuah protes melawan Islam politik, berdasarkan pengalamanku sendiri sebagai seorang muslim Inggris yang tumbuh besar di London, menjadi seorang ekstremis—seorang aktivis Islam radikal—dan melihat kesalahan di jalan itu. Karena bertanggung jawab atas perjalanan ini, aku merasa tugaskulah membicarakan secara terbuka sesuatu yang kulihat menyamar sebagai Islam di Inggris. Al-Quran memerintahkan kaum muslim untuk “mengutarakan kebenaran bahkan andaikata hal itu harus menentang kaum sendiri.” Aku berharap buku ini bisa memenuhi tugas tersebut. Inilah kisah perjalananku dari sisi dalam, dengan arti yang sepenuhnya: dari dalam dunia Islam masa kini, dari dalam masyarakat muslim Inggris, dari dalam hatiku sendiri.
 
 

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Rh. Widada 334 hlm l Bookpaper
Penerjemah : Rh. Widada
Ketebalan : 334 hlm l Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2017
Stock: Tersedia
Penerbit: Gading
Penulis: Ed Husain
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by