Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pengarang Dodit Pengembangan Kepribadian

Pengasingan dan Kerajaan memang bercerita tentang orang-orang tertindas. Keterbungkaman mereka karena kondisi keadaan yang tidak memungkinkan lagi mereka berbuat apa pun, kecuali menerima keadaan. Akan tetapi, sikap menerima keadaan ini, bagi Albert Camus tidaklah dipandang sebagai sikap yang terpuji. Namun, keterbungkaman itu tidak mudah pula didobrak. Dan tatkala keterbungkaman menjadi semakin kuat, keterbungkaman menjadi suatu kondisi, yang oleh para kritikus sastra Prancis sering disebut sebagai “la condition humaine”, suatu kondisi manusia. Dengan kata lain, manusia tercekam dalam situasinya yang absurd.kumpulan cerita pendek ini, sebenarnya lebih banyak bercerita tentang kondisi manusia yang semacam itu. Tentu saja, tidak semua cerita pendek dalam buku ini cukup tepat dikatakan demikian; yang terang ada suasana yang kurang lebih begitu.

Bagaimana kita, di Indonesia, belajat pengalaman Albert Camus lewat kumpulan cerita pendek ini? Tampaknya, apa yang disajikan Camus dapatlah menjadi pengalaman manusia di mana-mana, juga kita, di Indonesia. Apabila ada yang berbeda, barangkali kasusnya saja tetapi esensi masalahnya sama. Ada banyak kekuasaan yang mengangkangi hidup kita begitu mengerikan. Gerakan reformasi yang dimulai di negri ini sejak 1997 tampaknya tidak atau belum bisa mengakhiri dominasi  kekuasaan yang bertahta secara absurd. Ada sejumlah kelompok orang yang suka memaksakan kehendaknya kepada orang lain bahkan dengan alasan “suci”.
Harapan saya, semoga lebih banyak karya-karya Albert Camus yang disajikan dalam versi Indonesia dengan penerjemahan yang lebih matang, hati-hati, dan teliti. (Prof. Dr. Bakdi Soemanto)

Selamat Membaca dan Berbahagialah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sastra Terjemahan
Anton Kurnia xvi + 224 hlm | Bookpaper
ISBN : Adhe
Penerjemah : Anton Kurnia
Ketebalan : xvi + 224 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13x19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Octopus
Penulis: Albert Camus
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by