Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Perang Gender Perang Perang Terhebat Sepanjang Sejarah

Perang Kota Kecil

Gerry van Klinken
Stock: 11
Terjual: 10

Promo bulan ini:

Gratis Ongkir: Min. Pembelian Rp121.000 Kode Kupon: bebasbaca
Pembelian: Diskon 15% Tanpa Minimal Kode Kupon: bacadulu

Pengecualian Kupon: Pre Order, Package, Merch, Coffee
Catatan: Jika menggunakan kupon, harga akan berlaku dari harga normal. Karena kupon ini sifatnya bukan penambahan diskon.


Kategori : Sos-Pol

Indonesia mengalami demokratisasi setelah rezim Orde Baru yang otoriter dan tua berakhir pada bulan Mei 1998. Tetapi transisi menuju demokrasi tidak sedamai seperti sering dibayangkan. Kira-kira 10.000 orang menjadi korban akibat kekerasan komunal (antar-etnis dan agama), dan hampir sebanyak itu lagi menjadi korban kekerasan separatis di Aceh dan Timor Leste. Buku ini adalah analisis komprehensif pertama mengenai episode-episode kekerasan komunal yang berkepanjangan dan berskala luas yang pecah selama transisi pasca-Orde Baru. Kekerasan komunal sebesar ini baru kali ini terjadi di Indonesia. Baik publik umum maupun ahli dalam dan luar negeri belum bisa memahaminya dengan baik.

Buku ini menggunakan pendekatan politik perseteruan (contentious politics, perkembangan dari teori gerakan sosial) untuk mendalami proses-proses sosiologis di seputar kekerasan komunal. Episode yang dianalisis berjumlah enam, termasuk kerusuhan etnis di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dan perseteruan Kristen-Muslim di Sulawesi Tengah, Maluku (Ambon) dan Maluku Utara.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sos-Pol
Bernard Hidayat 307 hlm | Bookpaper
Penerjemah : Bernard Hidayat
Ketebalan : 307 hlm | Bookpaper
Dimensi : 16 x 24 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2007
Stock: 11
Penerbit: Buku Obor
Penulis: Gerry van Klinken
Berat : 500 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa