Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Percakapan Jean Paul Sartre dengan Simone de Beauvoir Perdagangan Manusia Berkedok Pengiriman TKI

Percakapan dengan Semesta

Nirwan Ahmad Arsuka
Stock: Tersedia

Kategori : Novel dan Sastra

Percakapan dengan Semesta Kita memang tak ingat lagi kapan persisnya percakapan dengan semesta itu dimulai. Yang kita tahu, percakapan itu berhubungan langsung dengan evolusi dan dorongan untuk bertahan hidup di tengah lingkungan yang kompleks, dengan sumber daya yang kadang melimpah kadang kering kerontang. Percakapan itu jelas sudah berdenyut ketika leluhur kita mulai memimpikan dan menggambar makhluk lain di dinding padas, ketika mereka mulai bisa berdiri tegak mendongak, menerawang bintang saat makhluk-makhluk lain hanya bisa merunduk-runduk, bahkan melata menyusuri lendir-lendir prasejarah.

Nirwan Ahmad Arsuka


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 9786027454934
Ketebalan : 120 hlm/SC/Book Paper
Dimensi : 13x19 cm
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Circa
Penulis: Nirwan Ahmad Arsuka
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by