Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Perempuan Islam dan Negara

Wishlist
Stock: Out of Stock
Terjual :
Jumlah:

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:

Info Pengiriman: 
Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020
Pembelian : Diskon 25% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: radicalmay
Pembelian : #RadicalMay Book Fair disc up to 50%
Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000


Tema perempuan dalam kacamata agama, hukum dan negara telah banyak dibahas di atas meja akademik. Hasil-hasil riset lapangan juga diterbitkan oleh berbagai institut  swasta maupun negeri. Namun, kali ini Penerbit Qalam Nusantara bekerjasama dengan seorang tokoh besar, yang pernah menyabet Award (penghargaan) dari pemerintah Amerika Serikat untuk “Heroes To End Modern- Day Slavery”, tahun 2006, K.H. Husein Muhammad.

Dalam karya yang berjudul permpuan, Islam dan Negara; Pergulatan Identitas dan Perjuangan, Penulis mengeksplorasi dunia perempuan, terlebih perempuan muslim. Dengan mengambil sampel perempuan pesantren penulis mencoba memahami pergulatan identitas dan perjuanan perempuan muslim. Diskursus tentang perempuan pesantren ini sangat menarik dan menghabiskan banyak halaman sendiri.

Refeksi penulis tidak berhenti di dunia pesantren saja, tetapi juga meyoroti pergulatan kaum perempuan di mata hukum dan negara. Kompleksitas, ranah perjuangan, dan tantangan yang dihadapi perempuan juga semakin meluas. Semua inii membetuk serangkaian perguatan identitas dan jati diri bagi  perempuan.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Berat: gram

Kategori : Agama dan Filsafat
ISBN : Imam Nawawi
Ketebalan : viii+320 hlm
Dimensi : 14x20 cm
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Qalam
Penulis: KH. Husein Muhammad
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by