Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Perempuan Perempuan Menggugat

Wishlist
Stock: 1
Terjual : 9
Jumlah:

#Mengingat65 lihat promo di bawah:

Pembelian: Diskon 25% untuk Semua Buku. Kode Kupon: INGAT65
Pembelian: Satu buku acak dalam kategori Blind Book Ingat 65 seharga Rp65.000,00
Pembelian: Bayar Rp65.000,00 bebas pilih 2 buku dalam kategori Paket 65. 
Pengiriman: Bebas Ongkir Rp10.000,00 untuk minimal pembelian Rp98.000,00 ke seluruh Indonesia. 
Pengiriman: Flat ongkir Rp7.000,00 ke seluruh pulau Jawa.


PEREMPUAN-PEREMPUAN MENGGUGAT Literasi Rupa Sejarah Perempuan Indonesia. Buku ini menyajikan literasi rupa dari 29 tokoh perempuan dalam 26 lukisan. Literasi rupa telah mempertemukan penulis dan perupa sebagai temuan metode kolaborasi ilmiah bersama estetika. Kerja sama eplktersebut telah menghasilkan berbagai gugatan sekaligus refleksi kritis dari khazanah sejarah gerakan perempuan Indonesia yang meliputi sembilan zaman, terhitung sejak tahun 833-2019. Figur-figur yang dipilih ini memiliki kepeloporan agen yang menggugat kolonialisme, feodalisme, diskriminasi gender, fasisme, kapitalisme, pelanggararn hak asasi manusia, patriarki, dan intoleransi.

Spirit maupun nilai feminisme atas kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan telah lama ada dalam tatanan lama Nusantara. Tatanan lama ini telah menempatkan perempuan pada kiprah publiknya yang menentukan dalam bidang politik, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Selain itu, tatanan lama juga berkontribusi pada keberpihakannya yang pro-perempuan dan pro-lingkungan. Buku ini juga berhasil menemukan anasir pola sejarah penggunaan kosa kata 'perempuan' dan wanita', transformasi ibuisme sepanjang sejarah Indonesia, hingga reduksi berbagai isu bagi kepentingan perempuan dalam wacana kebangsaan kontemporer.

"Jejak matriarki itu nampak kuat dalam penelusuran kisah tokoh yang dilukis Seruni dan ditulis Esthi sebelum tatanan kolonial mendominasi atau sedang menancapkan kukunya seperti Pramodhawardhani (833-856), Gayatri Rajapatni (1274-1350), Rainha Boki Raja (1522-1548), Malahayati (1560-1607), dan I Dewa Agung Istri Kanya. Era sesudah ini memang menampakkan wajah yang berbeda - Peter Carey (Sejarawan).

Begitu mudah perempuan dilupakan oleh sejarah. Buku ini menjadi tonggak menyebutkan perempuan perkasa sepanjang sembilan periode, ada yang dikenal luas, dan ada yang masih hidup berkiprah dalam masyarakat. Kita lihat sajalah bagaimana gugatan perempuan diperkuat atau diperlemah oleh era teknologi Jalan masih panjang, satu langkah telah dilewati dengan penulisan buku ini 12 - Toeti Heraty (Filsuf - Budayawan Feminis)


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Bebas Ongkir Minimal Transaksi 98.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa 7.000
Berat: gram

Kategori : Sos-Pol
ISBN : FX Domini BB Hera
Ketebalan : 260 hlm l Bookpaper
Dimensi : 15 x 23 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: 1
Penerbit: Media Pressindo
Penulis: Esthi Susanti H&Seruni B
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Pembayaran