Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Perempuan, Media dan Politik Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib

Pergolakan Partai Islam di Tahun Politik

Ali Thaufan Dwi Saputra
Description
Berbagai pergolakan terjadi: seperti upaya mendorong kadernya menjadi capres/cawapres, menguatnya wacana politik identitas, hingga konflik internal yang melanda internal partai.
Stock: Tersedia

Kategori : Sosial dan Politik

Buku ini menyoroti berbagai peristiwa yang terjadi dalam tubuh partai Islam selama tahun 2018. Karena pada tahun 2019 akan dilangsungkan Pemilihan Umum serentak (pemilihan calon anggota legislatif dan presiden dalam satu waktu), Maka tahun 2018 sering disebut sebagai tahun politik. Di tahun itu, partai-partai Islam melakukan konsolidasi internal partai. Berbagai pergolakan terjadi: seperti upaya mendorong kadernya menjadi capres/cawapres, menguatnya wacana politik identitas, hingga konflik internal yang melanda internal partai. Semua partai Islam berupaya mendorong kadernya (ketua umum) untuk menjadi kandidat capres/cawapres. Namun, dari lima partasi Islam peserta pemilu: PKB, PAN, PKS, PPP, dan PBB, tidak satupun kader meraka yang menjadi kandidat capres/cawapres.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
Ketebalan : 178 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Buku Obor
Penulis: Ali Thaufan Dwi Saputra
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by